Kamis, 06 Juni 2013

BAHAYA TIDUR DI WAKTU PAGI

Sahabat, mungkin diantara kita biasa tidur setelah subuh. Atau mungkin kebiasaan bangun siang-siang. Kebiasaan itu mungkin menjadi rutinitas yang dianggap wajar dan seolah-olah tidak ada efeknya. Apalagi bagi para kaum muda yang memang belum punya tanggung jawab secara materi kepada keluarga. Namun anda perlu tahu jika tidur setelah subuh itu tidak baik secara kesehatan maupun secara agama.
           
            Tidur dipagi hari terutama setelah subuh adalah larangan hampir di setiap pesantren. Bagi yang melanggar akan dikenai ta'zir (diberi hukuman). Bukan tanpa alasan kenapa larangan tidur pagi itu diberlakukan.

            Di dalam kitab Miftah Darus Sa'adah (2/216), Ibnu Qoyyim Rohimahulloh berkata, " Pagi hari seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya ". Filosofinya adalah amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah tidur dan bermalas-malasan maka dia dan kehidupannya tidak akan pernah mencapai apa yang namanya kesuksesan.
           
            Logokanya, ketika seseorang terbiasa dengan tidur dipagi hari atau bermalas-malasan dengan bangun siang, maka kebiasaan tersebut akan menjadi sebuah candu yang sulit ditingalkan. Sudah barang tentu akan menggangu aktifitas kerja. Jika aktifitas kerja terganggu otomatis rizkipun akan terhambat pula.

            Lebih lanjut Ibnu Qoyyim berkata, " ada empat hal yang menghambat datangnya rizki. Empat hal itu adalah : tidur diwaktu pagi, sedikit sholat (melalaikan sholat), bermalas-malasan dan berkhianat.

            Betapa tidur dipagi hari itu banyak sekali dampak buruknya, diantaranya sesuai kitab Miftah Daris Sa'adah adalah: dapat membuat kita jadi malas m mudah kena penyakit , menghambat datangnya rizki , tidak mendapat kebarokahan di dalam waktu , tidak sesuai sunnah Nabi SAW ".

            Diriwayatkan, pada suatu ketika Nabi SAW melewati anaknya Fatimah RA sedang berbaring pada waktu subuh, maka Nabi SAW bersabda : " Wahai anakku, bangunlah dan hadaplah rizki tuhanmu, dan jangan engkau menjadi golongan orang-orang yang lalai. Sesungguhnya Allah membagikan rizki manusia diantara terbit fajar hingga terbit matahari " (Hadits Riwayat Al-Baihaqi)

            Maka dari itu yuuuk ....!!! kita rubah kebiasaan tidur pagi dan hoby bangun siang. Gak Gaul Brow .... !!!!

KONFRENSI GP ANSOR TAMANAYU

Sertijab dari ketua lama Farid Ulinnuha kepada Ketua baru Khoirul Umam

Warta Tamanayu: Konfrensi adalah sebuah moment yang sakral di tubuh Gerakan Pemuda Ansor, yaitu sebuah moment peralihan tongkat estafet kepengurusan. Konferensi merupakan proses regenerasi dalam organisasi GP Ansor yang dilaksanakan melalui pemilihan secara demokrasi.
        Alhamdulillah pada tanggal 24 Mei 2013 ditingkatan Ranting Tamanayu moment sakral itu telah dilaksanakan untuk masa khidmat 2013 – 2017. Dalam peralihan tongkat estafet kepengurusan, sudah yang kesekian kalinya dilaksanakan diTamanayu. Sederet nama-nama telah terpahatkan dalam memimpin sejarah panjang perjalanan GP Ansor Ranting Tamanayu. Ada nama Drs. Abdul Latif, Suharto, Farid Ulinnuha dan masih banyak lagi nama-nama yang pernah mengendalikan Ansor dengan dialek gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Artinya keberadaan GP Ansor di Dusun Tamanayu sudah cukup dewasa.
       
Sahabat Mukaffi Ketua PAC memimpin sidang
Dalam perjalanannya, Ansor tidak pernah absen dalam mencetak kader-kadernya. Ansor senantiasa berusaha keras untuk mencerdaskan generasi sehingga kelak dapat bermanfaat bagi umat, agama dan bangsa tentunya.
        Diakui atau tidak keberadaan Ansor ternyata mampu membawa dampak positif bagi perkembangan pemikiran masyarakat Tamanayu. Berbagai kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan banyak terinspirasikan melalui bisikan-bisikan pemikiran kaum muda Ansor. Keberanian merubah paradigma masyakat dihembuskan lewat isu-isu yang mencerdaskan. Dan akhirnya terbentuk menjadi sebuah gerakan yang konkrit. Seperti terbentuknya Mabarrot NU yang fokus dalam hal pendanaan pendidikan anak yatim-piatu . Dan nyata-nyata hampir semua produk pemikiran dan gerakan-gerakan Ansor didukung oleh semua lapisan masyarakat Tamanayu. Meski terkadang pemikiran dan gerakan itu mengundang kontrofersial. Tetapi harap maklum, inilah komunitas pemuda yang jelas jauh dari sempurna. Dengan segenap idealismenya yang terkadang berbenturan dengan generasi tua.
       
suasana pemilihan ketua
Dalam pemilihan secara terbuka sahabat Khoirul Umam yang sebelumnya menjabat sebagai wakil sekertaris dan juga sebagai Komandan Banser terpilih menjadi ketua menggantikan sahabat Farid Ulinnuha yang saat ini juga memegang posisi ketua DPK KNPI Kecamatan Kepanjen.
        Selamat dan sukses, semoga kedepan GP Ansor Ranting Tamanayu bisa lebih baik menuju Ansor yang cerdas dan profesional dengan tertanam jiwa Ahlussunnah Wal Jama'ah.


PIMPINAN RANTING
GERAKAN PEMUDA ANSOR
TAMANAYU JATIREJOYOSO KEPANJEN
Sekertariat : Jl. Dahlia No. 08 Telp. (0341) 7444987 – 6382619 – HP. 081233038906
Website: www.gpansortamanayu.blogspot.com facebook: gpansor_tamanayu@yahoo.com

SUSUNAN PENGURUS
PEREODE 2013 – 2018

No
Jabatan
Nama
No.Telp/ HP
1
DEWAN PENASEHAT
1. Drawi
082132690425
2. Farid Ulinnuha
0341-7444987
3. Suharto
0341-8610375
4. Abdul Qodir Syech
0341-7717981
Pengurus Harian
2
Ketua
Khoirul Umam
085746999199
Wakil Ketua
Rosaji
0341-2411228
Sekertaris
Imam Syafi’i

Wakil Sekertaris
Asrofi

Bendahara
Subandi
0341-6233991
Wakil Bendahara
M. Qodar Mabruri

Bidang - Bidang
6
Kebanseran
1. Fahrizal Abadi

2. Arif Wahyudi

3. Abdul Halim


7
Keagamaan
1. Syaiful Makin

2. M. Syaifuddin

3. Andre Hidayat


8
Pemuda, Seni dan Olahraga
1. M. Mukhlis

2. M. Syafi’i

3. Faikul Hakim


9
Pengkaderan
1. M. Syaifulloh

2. Sumardi

3. M. Rizki Habibi


10
Ekonomi dan Wirausaha
1. Eko Cahyono

2. Moh. Khalim

3. M. Amin Su’udi


11
Humas
1. Sugeng

2. Heriadi

3. Duriyat


TIM FORMATUR

                                 Ketua Terpilih                                                                     Ketua Demisioner 



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       
                            KHOIRUL UMAM                                                             FARID ULINNUHA
       
         


BHATI ANSOR 2013

    Warta Tamanayu: Perjalanan Ansor tidak terlepas dari sebuah perjuangan. " Tangan dingin " Ansor tidak boleh serta merta berkutat hanya sebatas paradigma. Jiwa kepedulian dan inspirasi perubahan harus terus diteriakkan, dan Ansorpun dituntut mampu memberikan warna. Sebagai generasi muda Ansor harus menjadi garda terdepan dalam setiap misi perubahan. Tidak peduli di tingkatan apa, baik di tingkat pusat, wilayah, cabang sampai ditingkatan ranting Ansor harus menjadi pelopor.
suasana keakraban bersama warga
    Dalam rangka harlah Gerakan Pemuda Ansor yang ke 79, Gerakan Pemuda Ansor ranting Tamanayu memperingatinya dengan cara tersendiri. Yaitu dengan mengadakan BHAKTI ANSOR yang di fokuskan dalam kegiatan rehab bangunan Musholla dan Majelis Ta'lim Miftahul Huda RT.05.
    Kegiatan tersebut semata-mata bertujuan sebagai bentuk khidmat pemuda kepada masyarakat secara konkrit. Gerak Ansor yang nota bene sebagai wadah dalam mencetak generasi tidak serta merta membangun mental spiritualnya saja, namun membangun fisik juga penting.
gotong-royong mbangun keguyupan
    Dalam kegiatan tersebut menelan biaya kurang lebih 27 juta. Dana-dana itu terkumpul dari sumbangan Ansor, Karangtaruna, Fatayat NU, Muslimat NU,Khatmil Qur'an NU Ranting, wali santri, warga masyarakat, dan beberapa alumni Majelis Ta'lim Muftahul Huda yang ada di dalam maupun yang ada diluar negeri.
    Kegiatan itu dilaksanakan kurang lebih selama 3 minggu. Pemugaran atap Musholla menjadi prioritas utama karena kondisinya yang sangat mengkhawatirkan.
Suasana peresmian Musholla
    Kerja bakti bersama antara anggota GP Ansor bersama masyarakat menjadi nilai kebersamaan tersendiri. Pentingya membaur serta belajar bermasyarakat perlu ditanamkan dalam jiwa-jiwa pemuda Ansor. Rasa kepedulian kepada lingkungan harus senantiasa disemaikan dalam sanubari mereka. Rasa terpetak-petak harus dihilangkan. Tidak ada kasta sosial dalam Ansor.
istihat dulu cooyyy
    Dapat diperoleh pelajaran, ketika pemuda bersatu bergerak menuju perubahan maka masyarakatpun akan mendukung dan seberat apapun perubahan itu ketika semua elemen ikut menyangga maka akan terlaksana.
    Semoga bhakti Ansor ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan akan menjadi sebuah agenda organisasi yang berkelanjutan.
mengejar waktu ...
masang genting
nakam sak onok e
anak-anak karangtaruna
musholla sebelum di bongkar
pak rusmin yag sudahn tuapun tak mau ketinggalan

Minggu, 02 Juni 2013

Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot


Dewasa ini, banyak sekali kelompok tertentu yang berpakaian dan berpenampilan sangat islami. Padahal mereka gemar menampakkan permusuhan dengan kelompok yang lain. Mereka gemar memicu keresahan.

“Karena itu, jangan mudah terkecoh dengan penampilan fisik,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ketika menyampaikan pengarahan dalam acara pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur di Pesantren Bumi Shalawat Kompleks SMP Progresif, Lebo Sudoarjo, Jumat (31/5) malam lalu.

Kang Said menambahkan, salah satu dari perilaku dan penampilan yang kelihatannya islami tersebut adalah tampilnya kelompok yang selalu menggunakan gamis dengan jenggot lebat. Padahal prilakunya belum tentu sesuai dengan Islam yang rahmatal lil ’alamin.

Dikatakannya, dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ibadah, perbedaan antara yang benar dan yang salah sangat tipis, sehingga perlu hati-hati dalam  menyikapinya.

Dalam kesempatan itu Kang Said kembali menyerukan untuk kembali ke pesantren, yakni kembali kepada nilai-nilai yang diajarkan oleh para aulia.

Menurutnya, kembali ke pesantren sebagai rujukan dari nilai-nilai justru sangat penting di tengah globalisasi yang tidak menentu. Kembali ke pesantren, katanya, berarti kembali kepada kebudayaan nusantara.

“Pesantren adalah merupakan budaya asli nusantara yang mengembangkan nilai kenusantaraan dengan bimbingan nilai-nilai keislaman,” ujarnya di acara yang dihadiri Mahfudz MD, Ali Masykur Musa, Soekarwo, Saifullah Yusuf serta sejumlah pimpinan dan daerah dan partai politik Jawa Timur.

KONFERENSI NU: Pernikahan Ala Eyang Subur Jadi Topik Pembahasan 2 June 2013 15:16

Ratusan peserta Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur membahas sejumlah permasalahan agama dalam forum Bahsul Masail (diskusi masalah agama), di antaranya pernikahan ala guru supranatural Eyang Subur dan nasib Muslim Rohingnya.
“Tidak hanya membahas pemilihan pengurus dan tausiyah (rekomendasi), peserta juga melakukan bahsul masail, misalnya tentang kasus pernikahan yang lebih dari aturan agama seperti dilakukan Eyang Subur,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU Jatim KHM Mutawakkil Alallah yang dikutip Antara di Sidoarjo, Minggu (2/6).
Di sela-sela pembukaan Konperwil NU Jatim di Kompleks Pesantren Progresif “Bumi Sholawat” Lebo, Sidoarjo yang dihadiri 412 pengurus dari 44 cabang NU se-Jatim pada 31 Mei – 2 Juni itu, ia menjelaskan bahsul masail ada tiga kajian yakni maudlu’iyah (masalah pemikiran), waqi’iyah (masalah aktual), dan qanuniyah (perundang-undangan yang ada).
“Selain pernikahan ala Eyang Subur, waqi’iyah yang dikaji dari sudut agama antara lain penyewaan lahan tebu dengan berbagai cara, puasa bagi pasien gangguan jantung, money laundring, dan kegagalan berangkat umrah,” katanya.
Masalah waqi’iyah lainnya, harga jual barang bersubsidi, penyerahan saham atas nama, perbedaan harga karena berbeda hari, makanan dengan penyedap, penguncian atau penyegelan pagar/pintu masjid, dan sebagainya.
“Untuk Bahsul Masail Maudlu’iyah antara lain mengkaji status nasab anak, kekebalan jurnalistik, operasionalisasi maqashidus syariah, baiat dalam pengamalan agama, prinsip Jam’iyah NU, status Dar dan Daulah Indonesia, dasar memilih alternatif kebijakan, dan sebagainya,” katanya.
Sementara masalah qanuniyah yang dikaji antara lain wasiat wajibah, perlindungan pengusaha domestik, sengketa hak asuh anak, sita aset sebagai sanksi tindak pidana, pakta integritas antipoligami, anak luar nikah dan jabatan publik, dan sebagainya.
“Untuk tausiyah (rekomendasi), pengurus NU se-Jatim akan mempertajam masalah perlindungan terhadap ajaran Aswaja di Saudi Arabia, nasib umat Islam Rohingnya di Myanmar, buruh Indonesia yang kurang mendapat perlindungan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan membahas masalah internal organisasi ke-NU-an, seperti mekanisme musyawarah mufakat atau ahlul halli wal aqdi dalam pemilihan pemimpin dan penggunaan nama dan lambang NU oleh kelompok di luar NU, seperti FKPNU, dan sebagainya.
“Untuk program, peserta juga merumuskan penguatan sumberdaya manusia NU, pengembangan sektor ekonomi NU, penguatan sektor pertanian, nelayan, dan buruh, penguatan sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan, dan kepedulian NU terhadap masalah lingkungan dan global warming,” katanya.
Terkait masalah pemilihan pimpinan NU, bursa calon ketua tanfidziyah antara lain KH Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU), KH Syaiful Halim (Ketua PCNU Surabaya), Dr KH Abdurrahman Syamsul Arifin/Gus Aab (Ketua PCNU Jember), dan KH Abdurrahman Usman (mantan Ketua PCNU Jombang).
Untuk bursa Rais Syuriah PWNU Jatim, nama yang mencuat antara lain KHM Miftachul Akhyar (Rais Syurian PWNU Jatim saat ini), KHM Agoes Ali Masyhuri (Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim saat ini), dan KH Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri). (Antara/aw)

Orang NU Tak Biasa Berebut Jabatan

Kebiasaan yang kokoh terpatri di kalangan NU adalah bahwa orang NU tidak boleh meminta jabatan. Itulah sebanya tidak kita temukan gambar-gambar tokoh NU yang menyatakan terus terang maju dalam pemilihan ketua dalam konferensi NU Jawa Timur.

“Ini berbeda dengan perebutan jabatan-jabatan di tempat lain, misalnya Pilbup atau Pemilu legislatif,” tukas Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Mutawakkil Alallah di arena Konferwil NU Jawa Timur di Pesantren Bumi Shalawat Kompleks SMP Progresif, Lebo Sudoarjo, Jumat (31/5).

Menurut Kiai Mutawakkil, sebagai sebuah organisasi keagamaan, NU memiliki ciri khas tersendiri dalam seleksi dan suksesi kepemimpinan. Kepemimpinan yang dihasilkan NU dari proses seperti itulah yang merupakan salah satu faktor yang menjadikan NU besar. Dijelaksannya, NU itu didirikan oleh para ulama, dipimpin oleh para ulama dan ownernya juga ulama.

Pengasuh pesantren Genggong, Probolinggo itu menambahkan, selain karena ownernya ulama, yang membut NU eksis adalah karena sendi-sendi ajaran NU  bisa diterima oleh semua pihak,  yaitu tawassuth, tasamuh, tawazun  dan i’tidal. “Ini juga ciri khas ajaran NU,” urainya.

Seperti diwartakan, Kiai Mutawakkil sendiri merupakan salah seorang yang digadang kembali sebagai calon Ketua PWNU Jawa Timur dalam Konferwil kali ini.

Kandidat Ketua PWNU Jawa Timur lainnya, KH Saiful Chalim menegaksan pentingnya semua pihak menjaga kesakralan Konferwil dengan tidak memakai cara-cara yang tidak terpuji

Saat berbincang dengan NU Online di sela-sela Konferwil, Gus Saiful Chalim mengatakan, siapapun yang terpilih sebagai ketua dengan politik uang misalnya, ia nanti  akan tersandera oleh perilakunya sendiri.

Lebih dari itu, katanya, tindakan tersebut berarti mengajari cabang-cabang NU untuk berbuat demikian juga. “Tidak hanya itu, dia juga berarti tidak menghargai jerih payah pendiri NU,” kata cucu KH Ridwan, sang kiai pembuat lambang NU itu.

Di tempat yang sama, kandidat lain, KH. Abdullah Syamsul Arifin melontarkan gagasan agar digelar debat antar kandidat. Menurutnya, hal tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana visi masing-masing kandidat tentan NU kedepan dan visi ke-Aswaja-annya. “Tapi istilahnya bukan debat. Tapi penyampaian visi lalu diikuti dengan dialog dengan audien,” tukasnya seraya menjelaskan bahwa dirinya belum pantas menjadi Ketua PWNU Jawa Timur.

Sesuai dengan jadwal yang dirilis panitia, agenda pemiliha ketua akan dilaksanakan Ahad (2/6) siang ini pukul 13.00 WIB. Namun mengingat padatnya acara diperkirakan jadwal pemilihan mundur sampai malam hari nanti.

Konferwil NU Jatim, KH Mutawakil dan KH Miftachul Ahyar Terpilih Lagi

Surabaya - KH Mutawakil Allallah terpilih lagi sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Sedangkan KH Miftahul Akhyar juga terpilih lagi sebagai Rois Syuriah PWNU Jatim periode 2013-2018.

Hasil pemilihan di Konferwil NU yang digelar di Pondok Pesantren Bumi Salawat, Lebo, Kabupaten Sidoarjo, KH Mutawakil Allallah mendapat dukungan suara dari 26 Ketua PCNU. Sedangkan KH Abdullah Syamsul Arifin dari Jember, memperoleh suara dukungan PCNU sebanyak 17 suara.

Terkait pemilihan Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Miftahul Akhyar mendapatkan mayoritas dukungan dari Rois Syuriah PCNU se Jawa Timur, dan terpilih lagi menjabat selama periode 2013-2018.
KH Miftahul Akhyar mendapatkan 41 suara dari 44 cabang,