Jumat, 21 September 2012

KREATIF HANYA TAMATAN * SD * MAMPU MENCIPTAKAN LISTRIK TENAGA HAMPA

Orang bisa menjadi hebat bukan karena jenjang pendidikannya yang tinggi namun karna inovasi-inovasi yang  dapat mereka ciptakan. Seperti bapak Slamet Harianto  yang bertempat tinggal di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon,  yang berusia 51 tahun beliau mampu menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH). Pak Slamet bukanlah lulusan ahli listrik, namun beliau hanyalah tamatan Sekolah Dasar (SD).

Pak Slamet hanyalah  seorang tukang dinamo dan hidupnya sangat sederhana kalau pun beliau mengerti terntang ilmu kelistrikan itu karna pak slamet belajar dari ayahnya yang juga seorang tukang dinamo.

Awalnya pak Slamet diminta bantuan tentangganya untuk membuat kincir angin untuk menghasil energi listrik, namun bukan kincir angin yang dibuat, beliau membuat generator yang mempunyai kapasitas 2000 watt. Disinilah pak Slamet mulai berpikir untuk mengembangkan alatnya supaya menghasilkan energi listrik yang lebih besar. Setelah melewati beberapa tahap akhirnya pak Slamet mampu membuat PLTH dengan daya 15.000watt.

Berkat inovasinya, pak Slamet pun mendapat bantuan dana dari Bapak  Rendra (Bupati Malang) , sebesar 15 juta. Pak Rendra pun berjanji untuk mematenkan hasil karya pak Slamet dan berkoordinasi dengan pihak Universitas Brawijaya terkait dengan pengajuan pematenan hasil karya pak Slamt tersebut.

Lulusan SD juga bisa jadi orang hebat khan?? Semua tergantung dari pribadi kita sendiri dan keinginan kita untuk lebih maju dan bermanfaat. ^^

Selasa, 18 September 2012

KRITIK OTO-KRITIK POLA PENGKADERAN DITUBUH ANSOR

(Mendaur ulang pemikiran Nusron Wahid)

Oleh : Farid Ulinnuha *
*( Ketua Ranting GP Ansor Tamanayu )

            GP ANSOR (Gerakan Pemuda Ansor) selama ini dinilai banyak kalangan sebagai organisasi yang dinamis berwacana, yang mana kader dan out put-nya (alumni) bisa di “jagokan”. Tak sedikit dari mereka mengatakan bahwa kader-kader Ansor itu “bisa diandalkan”, tetapi sayang tidak semuanya tuntas dalam hal pengkaderannya. “Cibiran” itu belum tentu benar sepenuhnya. Namun kita selaku warga Ansor tentu bisa menilainya dengan melakukan retrospeksi atas perjalanan GP Ansor selama ini.
            Indikator termudah dan seringkali dijadikan tolak ukur keberhasilan dari sebuah organisasi adalah seberapa banyak (kuantitas) dan seberapa hebat (kualitas) integritas maupun kapabilitas kader maupun out put (alumni) yang dihasilkannya. Miskinnya sebuah organisasi dalam mereproduksi intelektual, tokoh atau pemimpin yang memiliki kecakapan yang profesional, kritis, visioner dan berkarakter, akan menunjukkan macetnya sebuah organisasi yang berarti pula kegagalan kaderisasi di tubuh organisasi tersebut.
            Organisasi kepemudaan seperti halnya Ansor, selama ini dianggap sebagai agen generasi penerus yang didalamnya tersedia calon-calon pemimpin dengan berbagai disiplin ilmu serta pengalaman yang tidak diragukan lagi. Tetapi apakah benar demikian ? Sebab rata-rata sebuah pergerakan pemuda ataupun organisasi kepemudaan tak ubahnya seperti kelompok/ Jama’ah Tahlil yang didalamnya vakum akan kederisasi dan “pendigdayaan” intelektual warganya. GP Ansor merupakan wadah kader-kader NU dengan basis massa terbesar di Indonesia. Beban berat tersandang di pundak Ansor. Sebab besarnya massa yang dimiliki menuntut Ansor harus mampu mencerdaskan serta mencetak kader-kader yang siap pakai dan juga mampu mengantarkan warganya sebagai generasi penerus agama dan negara yang tetap memegang teguh kaidah nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
            Kader merupakan roh organisasi. Oleh karena itu pengkaderan di tubuh GP Ansor harus diformulasikan secara sistemik dan terencana dengan baik, sehingga menjadi ujung tombak keberlangsungan dan kesinambungan dinamika organisasi. Tersistematis artinya, pola pengkaderan di tubuh GP ansor mengandung esensi dalam rangka memformulasikan tahapan jenjang kader yang dibangun diatas kerangka pijakan yang jelas dalam bingkai ideologi dan paradigma gerakan, serta menyangkut muatan yang harus dipunyai  oleh kader. Terencana artinya, pengkaderan di dalam Gerakan Pemuda Ansor diproyeksikan bagi terlaksananya pola kaderisasi yang tersusun secara regular, berjenjang dan sesuai dengan vivi misi organisasi. Tidak tuntasnya pengkaderan akan berimplikasi pada menurunnya kritisme pemikiran serta kualitas kader yang kurang mumpuni, sehingga kurang bisa "diandalkan".                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
          Kalau toh kemudian ada beberapa kader Ansor yang kritis, piawai dalam gerakan dan pemberdayaan serta “melek” wacana (intelektual), itu lebih dikarenakan kuatnya kemauan dan kerja keras individu itu sendiri, bukan imbas nyata dari proses pengkaderan yang terencana dan tersistemik dari Ansor. Bahkan kalau ingin mengasah dan menambah kemampuan intelektual serta menemukan tempat yang kondusif bagi pergulatan dengan segala discourse keilmuan, keIslaman ataupun social humaniora, harus mencarinya di tempat lain diluar Ansor. Bahkan mungkin mereka lebih banyak bergabung dengan kelompok kajian, yang justru disana mereka tidak akan pernah menemukan kajian tentang NU dan Aswaja, sebab kelompok-kelompok tersebut diluar tradisi keNU-an.
Fenomena diatas sungguh ironis, sebab Ansor tidak lagi diyakini mampu mewadahi sejuta idealisme generasi muda NU, baik dalam ranah pemikiran, gerakan maupun pemberdayaan. Justru kelompok kajian dan organisasi semi legal lainnya yang tidak memiliki keterkaitan struktural apapun dengan NU yang mampu memberikan apa yang mereka butuhkan. Fenomena ini akan sangat membahayakan eksistensi NU kedepannya.
            Beberapa kalangan menilai, bahwa pengkaderan didalam GP Ansor sudah cukup baik, namun terfokus pada bidang keBanser-an, yang out putnya memang tidak bisa diremehkan dan bisa diterima serta disegani oleh semua kalangan termasuk kalangan non muslim. Hal itu dibuktikan ketika ada konferensi Biksu se-Asia Tenggara yang bertempat di Wihara Tegalasri Kabupaten Blitar, disana yang menjadi pasukan pengamanan di dalam Wihara sepenuhnya dipercayakan kepada Banser. Dari segi kualitas dan kuantitas Banser sudah mumpuni. Seandainya kita hitung jumlah (segi kuantitas) Banser yang ada di Jawa Timur saja mungkin jumlahnya sepuluh kali lipat jumlah  pasukan Kodam V Brawijaya serta siap digunakan (segi kuantitas) dalam situasi dan kondisi apapun, karena memang Banser telah tuntas dikader dalam bidangnya.
            Namun disisi yang lain tentunya dalam hal “pendigdayaan” intelektual dirasakan masih sangat kurang. Sehingga khalayak mempunyai anggapan bahwa Ansor itu organisasi yang kader-kadernya “jadug-jadug” tetapi lemah dalam hal pemikiran. Bukan penilaian yang mengada-ada namun hal itu harus diterima dengan hati yang “legowo” . Sudah saatnya kita sebagai warga organisasi merekontruksi pola pengkaderan di tubuh Ansor. Inovasi sistem pengkaderan harus digulirkan, untuk merespon tuntutan jaman yang kian beragam serta untuk menjaring generasi yang kini kian menjauhi kegiatan yang berbau keagamaan.
            Meski begitu kita patut bangga dan semua harus mengakui bahwa kader-kader Ansor mampu menembus level nasional serta mampu mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Kader-kader Ansor tersebar diberbagai sektor kehidupan kemasyarakatan serta beberapa sebagaian diantaranya dipercaya menduduki “profesi” bergengsi. Ada yang menjabat Menteri, Wakil Gubernur, Anggota Dewan atau paling tidak mereka menjadi tokoh kunci didaerahnya masing-masing. Realitas ini tentunya cukup menggembirakan. Namun hal itu masih belum bisa dijadikan satu-satunya parameter bahwa pengkaderan ditubuh Ansor telah berhasil dan sesuai dengan sistem pengkaderan yang ada.

BISNIS PROSTITUSI TUMBUH SUBUR DI INDONESIA (bagian II)



Kita tentu tahu (meski tak pernah mampir) tempat-tempat lokalisasi diwilayah kita tinggal, sebegitu banyaknya. Begitupun diwilayah lain, hampir diseluruh wilayah Indonesia lokalisasi atau tempat prostitusi ada. Bahkan dengan lokalisasi DOLLY di Surabaya Jawa Timur,  Indonesia pernah menyandang gelar sebagai pemilik lokalisasi terbesar di Asia.

Lebih konyol lagi ketika wacana legalisasi bisnis prostitusi di Indonesia sedang hangat dibicarakan kala itu, justru banyak yang setuju dan mendukung. Untungnya wacana itu tenggelam dengan sendirinya. Andai kata wacana itu benar-benar terealisasi, bisa jadi bisnis prostitusi beserta tempat lokalisasi di Indonesia akan berada dibawah Dinas Pariwisata. Wuih… jadi ada istilah wisata paha.



Tidak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi IT  membawa dampak pula pada bisnis prostitusi di Indonesia. Satu diantara sekian banyak pemanfaatan IT yakni fenomena transaksi prostitusi yang dilakukan lewat internet. Meski bukan hal baru, namun terbukti bisnis haram ini masih terus hidup dan memiliki jumlah peminat yang tak sedikit.  

Dengan terang-terangan para mucikari menawarkan dagangannya, pelanggannya pun beragam. Mulai dari tukang cukur, mahasiswa, pejabat sampai konglongmerat. Celakanya lagi bisnis ini merambah kalangan pelajar. Genarasi bangsa yang seharusnya belajar justru sibuk menjajakan “barangnnya”.
 
Begitu mengguritanya bisnis pelacuran di Indonesia. Tertangkapnya Yunita (34) alias Keyko, penyalur pekerja seks komersial (PSK) kelas atas di Surabaya, seakan membuktikan jika bisnis prostitusi di Indonesia kian tumbuh subur. Bagaimana tidak, seorang Yunita mampu mengendalikan ratusan PSK dibawah subgermo diberbagai wilayah di Indonesia. Seperti Data yang dihimpun di Polrestabes Surabaya menyebutkan, setiap kota ada seorang subgermo yang membawahi PSK-PSK tersebut. Di Surabaya sebanyak 790 orang, Malang 50 orang, Semarang 400 orang, Banjar sebanyak 125 orang, dan Jakarta sebanyak 500 orang.
Itu baru satu orang yang mungkin kebetulan tertangkap. Mungkin diluar sana masih ada puluhan lagi mucikari-micikari sekelasYunita.
Anda pasti tidak mengira jika perdagangan manusia (human trafficking) banyak terjadi di Indonesia. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja kejahatan ini bisa terjadi pada siapapun termasuk anak-anak. Perdagangan manusia bisa berbentuk prostitusi maupun ekaploitasi seksual terhadap anak-anak.



Ternyata menurut PBB, Indonesia merupakan negara terbesar ke-2 di Dunia yang aktif melakukan kejahatan ini karena secara global, Indonesia dikenal sebagai Sending, Transit sekaligus Producing Area untuk perdagangan manusia. Ironisnya lagi, sebagian besar kasus perdagangan manusia di Indonesia diakibatkan himpitan ekonomi.

Jumat, 14 September 2012

BISNIS PROSTITUSI TUMBUH SUBUR DI INDONESIA BAGIAN I


Hampir di setiap kota di Indonesia memiliki tempat prostitusi. Di Indonesia, lokalisasi telah ada sejak jaman kolonial, dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah kolonial pada tahun 1852 yang menyetujui komersialisasi industri seks, tetapi dengan serangkaian aturan untuk menghindari tindakan kejahatan yang timbul akibat aktivitas prostitusi itu sendiri. Kerangka peraturan tersebut masih berlaku hingga sekarang, walaupun istilah-istilah yang digunakan berbeda. Apa yang kita kenal dengan PSK ( pekerja seks komersial ) sekarang ini, pada waktu itu disebut sebagai “Wanita Publik”. Dalam peraturan itu, semua wanita publik yang terdaftar diwajibkan memiliki kartu kesehatan dan secara rutin (setiap minggu) menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi adanya penyakit kelamin. Selain itu, untuk memudahkan pemerintah dalam pengawasannya, para wanita publik dianjurkan sedapat mungkin melakukan aktivitasnya di rumah bordil atau lokalisasi.
Pada umumnya, lokalisasi membentuk layaknya sebuah lingkungan pemukiman. Yang membedakannya adalah para penghuninya, dimana sebagian besar penghuni lokalisasi merupakan para Pekerja Seks Komersial (PSK). Kebanyakan para PSK yang menghuni tempat ini adalah pendatang dan atau sengaja didatangkan oleh para pengelola (mucikari) rumah-rumah bordir yang mencoba mengais nafkah di tempat tersebut. Lokalisasi memang memberikan sumber rejeki bagi banyak pihak. Bukan hanya PSK, tetapi juga pemilik warung, tukang parkir, tukang becak/ojek, tukang cuci pakaian/binatu dan lain-lain.
Seiring makin menjamurnya tempat hiburan malam seperti night club, cafe atau diskotik, menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang yang berkantong tebal. Di samping sebagai tempat melepas penat dengan ditemani alunan musik, kitapun dapat ditemani wanita penghibur yang memang berkeliaran di tempat ini. Biasanya para wanita penghibur di tempat ini tidak secara profesional menjalani profesinya, hanya sekedar untuk senang-senang sekaligus menambah uang saku. Umumnya dari kalangan mahasiswa bahkan pelajar yang hidup merantau, jauh dari pengawasan orang tua.
Terlepas dari pro kontrak tentang keberadaan lokasisasi dan tempat hiburan malam yang identik dengan industri seks, dunia prostitusi telah ada seiring peradaban manusia di muka bumi ini. Pelacuran atau prostitusi ada sejak jaman Nabi Shaleh ( 2150-2080 SM ) yang merupakan Nabi kelima setelah Nabi Adam. Para Antropolog menilai bahwa pelacuran merupakan fakta yang tidak dapat dielakan, karena adanya pembagian peran laki-laki dan perembuan yang sudah muncul pada masyarakat primitif yang berpola patriarki dimana tugas perembuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan seks laki-laki.

Sabtu, 08 September 2012

LEDAKAN DIDUGA BOM



LEDAKAN DIDUGA BOM DI BEJI, DEPOK, 4 ORANG TERLUKA


Ledakan diduga bom terjadi di sebuah rumah di Jalan Kecipir, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9) malam. Empat orang dilaporkan terluka dalam insiden ini. Saat ini polisi telah berada di tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsek Beji, Depok Ajun Komisaris Agus Widodo mengatakan memang ada ledakan, tapi pihaknya belum tahu apakah itu ledakan kompor gas atau bahan peledak. Korban terluka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. 

 informasi yang diperolehnya menyebutkan sampai saat ini sudah dua orang yang tewas dalam peristiwa ledakan tersebut.

Salah satu korban dalam kondisi tangan terputus. Karena itu baru dua mobil yang diberangkatkan menuju lokasi. Suharno sendiri disiapkan untuk ikut dalam mobil ketiga. Namun, ia diminta menunggu hingga ada konfirmasi dari pimpinan rumah sakit.

"Tadi saya dipanggil karena katanya mau ngangkut jenazah ledakan di Depok. Tapi, saya diminta stand-by dulu di sini, nunggu kabar dulu," jelas Suwarno.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi pukul 20.45 WIB di rumah Yatim Piatu Pondok Biara, Jalan Nusantara, RT 04 RW 13, Beji, Depok, Jawa Barat.

Seorang saksi menuturkan bahwa ada tiga orang pria yang terluka. Salah satunya luka parah berdarah-darah. Sementara itu, dua orang pria terlihat melarikan diri dari arah rumah itu menuju ke Terminal Depok.

Belum diperoleh informasi apakah ledakan ini terkait terorisme.

 

Jumat, 07 September 2012

Kata kata






  • Kata Kata Bijak

  1.  Berikan keluarga saya senyum dan kebahagiaan karena dengan melihat senyum mereka saja saya sudah senang 
  2. orang"" yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal yaitu : kepercayaan- cinta dan rasa hormat"  
  3. Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. 
  4. Burung dikenal dr nyanyiannya- tetapi manusia dikenal dr kata-katanya. Kehati-hatian dlm menilai pendapat orang adl ciri kematangan jiwa  
  5. Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan,dalam situasi apapun 
  6.  Kesuksesan terbesar dari Hidup ini adalah Bangkit dari Kegagalan 
  7. Hidup ini begitu singkat. Jangan sampai kata-kata penting yang ingin diucapkan ... terlambat diucapkan. Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.
  8. Memaafkan adalah kelembutan hati, mendendam adalah kelemahan hati.  
  9. Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri, Tapi itu bisa anda mulai dengan memaafkan diri sendiri. 
  10.  Orang Menyerah tidak Sukses dan orang Sukses tidak Pernah Menyerah 
  11.  Jikalau orang perlu kawan, dia akan mengambil setiap orang yang mahu menolongnya, soal siapa orangnya, itu tidak penting
  12.  Hidup ini adalah proses pembelajaran. Anda selalu bisa menikmati momen indah, tapi yg pasti harus belajar dari momen yg buruk. 
  13.   Bersyukur dengan apa yg telah kita dapatkan, dan jangan pernah mengeluh menjalani hidup ini
  14.  Jika Anda ingin mengetahui sifat seseorang, berilah dia wewenang 
  15.  Jangan peduli siapa yang memberikannya, kalau nasihat itu baik.


  • Kata Kata Cinta


    1. semua berawal dari doa, jangan pernah hancurkan kebahagiaan yang diberikan TUHAN. bersyukurlah
    2.  Hormatilah dirimu, jika engkau ingin mendapatkan cinta yang menghormatimu 
    3.  Orang yg paling menyayangimu adalah orang yg paling jujur berkata tentang apa yg jadi kesalahanmu
    4.  Jika kau mencintai seseorang dgn tulus, kau takkan pernah bertanya apa yg ak harus miliki dari dia 
    5.  Sahabat adalah seseorang yg dpt melihatmu bkn dari sisi luarnya semata, tetapi jauh melihat dasar hati seseorang. 
    6.  Disaat yang lalu cinta itu menyedihkan,tapi ketika denganmu cinta telah berujung kerinduan
    7.  Cinta akan menjadi tampak sangat berharga setelah kita kehilangan dirinya untuk selamanya 
    8.  Cinta menjadi sempurna, bila yg kita cinta mencintai kita tanpa embel apapun 
    9.  cinta sejati meneduhkan hati, bukan mendukakan hati pasangannya 
    10.  Cinta bukan berbicara dari bibir saja, tetapi dimulai dari dasar hati yg terdalam 





    • Kata Kata Motivasi
      1. Perbedaan lah yg terkadang memberikan kita rasa untuk saling menyempurnakan.
      2.  Sesulit apapun masalah yg lo punya saat ini kalo lo menghadapinya dgn sabar dan kepala dingin pasti akan ada jalan terbaik 
      3.  Jauh lebih baik memperhatikan diri sendiri daripada memperhatikan orang lain yg hidupnya sibuk ngurusin hidup orang lain 
      4.  Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya asal ada niat pasti ada jalan 
      5.  Rasa penasaran adalah hal yang akan buat lo semakin mau mencoba dan terus mencoba 
      6.  Jangan takut gagal kalau  mau sukses .. Rasain dlu yg namanya penderitaan kalau mau bahagia.. 
      7.  Kebahagiaan gak bisa diukur dari kaya atau tidaknya seseorang 




      • Kumpulan Tamsil dan Hikmah yang Bisa Kita Petik
        1. Antara Kewajiban dan Tugas

          Saudaraku, Polantas memiliki kewajiban & tugas yang harus ia lakukan. Kewajibannya antara lain memakai seragam, masuk tepat waktu, dll. Sedangkan tugasnya adalah mengatur lalu lintas. Jika ia hanya melakukan kewajibannya tanpa bertugas, maka bisa terjadi kecelakaan/ kekacauan di jalan. Akhirnya ia juga akan disalahkan.

          Begitupun kita, selain kita memiliki kewajiban untuk beribadah sebagai hamba Alloh (QS. Adz-Dzaariyaat: 56), sebenarnya kita memiliki tugas khusus untuk saling mengingatkan dan mencegah orang-orang agar tidak terjerumus kedalam godanaan syetan dan gelimang kemaksiatan, dengan cara berdakwah (QS. Ali-Imron: 110). Namun, hari ini umat hanya melakukan kewajibannya saja tanpa menjalankan tugas. Sehingga banyak yang saling bertabrakan, antar individu, golongan, dll.

          Untuk itu, mari kita laksanakan kewajiban dan tugas kita, agar kita terhindar dari azab Alloh (lihat QS. Al-Anfaal: 25). Semoga Alloh menerima amal kita. Amien


           
        2. Pilih Mobil Atau Anak

          Saudaraku, Jika kita memiliki sebuah mobil dan seorang anak. Suatu saat salah satunya perlu kita korbankan. Misalnya ketika anak sakit, untuk biaya berobat kita harus jual mobil, mungkin kita berani menjualnya demi kesembuhan anak. Tapi sebaliknya, jika mobil kita tabrakan, apa kita rela menjual anak demi memperbaiki mobil?

          Begitupun dalam masalah dunia dan agama, dunia ibarat mobil dan anak ibarat agama (dalam arti lebih berharga). Jika suatu saat diantara keduanya ada yang harus kita korbankan, mana yang akan kita korbankan. Misal ketika muadzin memanggil kita untuk sholat, mana yang kita korbankan? Apa kita tetap sibuk dengan kerjaan kita, atau kita segera menunaikan panggilan sholat. Apa kita rela mengorbankan agama yang lebih kekal dan abadi daripada dunia yang sementara!

          Semoga Alloh SWT memberikan kita kemudahan untuk mengamalkan agama. Amien 



           
        3. Akhirat Ibarat Matahari, Dunia Ibarat Bayangan

          Saudaraku, ulama mengibaratkan bahwa matahari ibarat akhirat dan dunia ibarat bayang-bayang, Jika kita menghadap matahari dan berjalan ke arahnya, maka kita terus mendekatinya dan bayang-bayang akan mengejar mendekati kita. Tapi sebaliknya jika kita berjalan membelakangi matahari, maka kita akan menjauhi matahari dan bayang-bayangpun akan menjauhi kita.

          Begitulah dunia, jika kita berjalan menggapai akhirat maka dunia akan datang sendiri kepada kita, tapi sebaliknya jika kita malah mengejar dunia maka dia akan terus menghindari kita, sehingga kita tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan akhirat pun akan menjauhi kita.

          Untuk itu, mari arahkan jalan kita menuju akhirat, agar kita memperoleh dua keuntungan di dunia bahkan di akhirat yang kita tuju.

LAPTOP TERDUGA TERORIS

Jakarta: Penyidik Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Markas Besar Polri masih memeriksa komputer jinjing (laptop) milik terduga teroris Firman. Pemeriksaan mengerahkan tim cyberforensik Badan Reserse Kriminal Polri.

"Pemeriksaan laptop masih dilakukan karena perlu waktu lama untuk menganalisa data yang ada, sehingga kita bisa temukan keterkaitan dengan permasalahan yang kita tangani," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Polisi Agus Riyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/9).

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, Firman termasuk jaringan Solo. Polisi berusaha mengungkap aktivitas kelompok tersebut melalui laptop yang disita dari Firman. Menurut Boy, pihaknya juga berusaha mengungkap komunikasi para tersangka melalui dunia maya.

Firman ditangkap di rumah kerabatnya di Perumahan Anyelir, Depok, Jawa Barat, 5 September 2012. Penangkapan Firman dilakukan setelah Densus 88 menyergap tiga tersangka teroris di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, akhir Agustus. Ketiga tersangka adalah Farhan, Muchsin, dan Bayu.

Farhan dan Muchsin tewas ditembak. Sementara Bayu ditangkap di kediaman mertuanya di Karanganyar, Jawa Tengah. Menurut Boy, saat itu Firman terpantau menuju Jawa Barat, yakni Bandung, Tasikmalaya, hingga akhirnya ditangkap di Depok.

Polri menyatakan para tersangka terlibat penembakan dan pelemparan granat di tiga pos polisi di Solo, selama Agustus 2012. Aksi mereka menewaskan seorang polisi dan dua lainnya luka berat. Saat penyergapan, seorang anggota Densus 88 juga tewas tertembak senjata api milik Farhan.

Sejauh ini, terungkap bahwa motif mereka adalah balas dendam karena polisi telah menangkap sejumlah rekan seperjuangan mereka. Bayu mengaku kelompoknya berdiri sendiri. Mereka terinsipirasi dari sebuah buku karangan Abdurahman, yang memerintahkan untuk memerangi polisi.(IKA)




 


JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Hidayat Nur Wahid, mensinyalir ulah teroris mengancam gedung DPR RI dengan bom karena para wakil rakyat dianggap telah membantu polisi. Menurut Hidayat, selama ini DPR memang telah menghasilkan undang-undang yang mendukung aparat keamanan menindak tegas semua kegiatan terorisme.

Karenanya Hidayat pun menganggap ancaman bom ke gedung DPR karena motiv kemarahan terhadap para wakilrakyat."Karena DPR dianggap membantu polisi merancang Undang-undang yang melarang terorisme," ungkap Hidayat, kepada wartawan, Jumat (9/7), di gedung parlemen, Jakarta.

Hidayat menyatakan, DPR justru melakukan tindakan untuk menegakkan hukum. "Karena hukum harus ditegakkan," tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Seperti diketahui, Sekretariat Jendral DPR sudah menerima pemberitahuan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tentang ancaman bahwa DPR akan dibom.  Hal itu diketahui BNPT dari pengakuan tersangka teroris Mujib dan Nain yang ditangkap di Poso.

Bahkan para tersanga teroris sudah melakukan survei dan pemetaan gedung DPR. Kepala BNPT Ansyaad Mbai, mengungkapkan bahwa ancaman bom DPR oleh kelompok teroris memang benar.