Kamis, 14 Februari 2013

MEMBANGUN JIWA KEWIRAUSAHAAN

Bob Sadino memberikan beberapa tips untuk mereka yang benar-benar ingin membangun jiwa enterpreneurship (jiwa kewirausahaan). Ia menyarankan agar orang tidak belajar jiwa wirausaha di dalam kelas, atau dari mereka yang tidak pernah menggeluti langsung dunia usaha.


Sebab biasanya yang diberikan adalah semua saran yang didasari oleh ‘ketakutan’ sehingga segalanya dipermudah dengan ide-ide logis padahal ‘hutan’ usaha adalah sering tidak mengikuti urutan dan sistematika berpikir biasa, faktor-faktor-faktor yang kelihatannya terkontrol padahal sangat sulit menerka gerak dan dinamika pasar, saran-saran yang berlawanan dengan hukum pasar yang cenderung liar, mengabaikan unsur lain yang justru sangat penting yaitu ‘naluri’ pengusaha, dsb.
Untuk membangun jiwa wirausaha, Bob menyuruh kita untuk melihat beberapa hal berikut:

1. Kita harus membebaskan diri kita dari RASA TAKUT. Inilah halangan terbesar. Inilah alasan terbesar mengapa pendidikan memakan waktu yang lama, yaitu untuk menghindari kesalahan dan resiko. Tapi justru itulah yang ingin dipangkas oleh Bob karena ia merasa rasa takut adalah penyebab tidak berkembangnya enterpreneurship. Kesulitan dan resiko selalu menyertakan peluang. Jadi, jika kita ingin mengembangkan jiwa enterpreneurship, jangan menghindari resiko. Resiko mengandung peluang.
2. Kita harus membebaskan diri dari tidakan TERLALU BERHARAP. Belum apa-apa sudah membayangkan hitungan khayal tentang keuntungan, kemudahan, kehebatan dan hasil besar. Jika begini, maka orang mudah kecewa karena ternyata lapangan mengajarkan yang berbeda. Orang harus belajar menghitung mulai dari angka kecil tetapi tekun dan komit. Bayangkan sukarnya dan hadapilah kesukarannya
3. Kita harus bebaskan diri kita dari PIKIRAN SENDIRI. Biasaya berupa konsep, keyakinan, anggapan dsb. Belajarlah untuk ‘tidak tahu’ supaya pengertian masuk sebanyak-banyaknya. Lepaskan diri dari konsep-konsep, semua harus dijalani dulu dengan penuh keberanian, nanti ilmu akan datang sendiri. Itulah enterpreneurship kata Bob. Memang benar, jika kita berhadapan dengan orang yang merasa sudah tahu, kita kerepotan. Orang tidak mudah berubah karena sudah punya asumsi dulu dalam pikiran. Jadi, cara termudah mengadopsi teknik baru adalah dengan mengambil posisi ‘belajar’, ‘tidak tahu’. Atau merendahkan hati untuk menjalankan sesuatu yang baru.
Dengan ketiga kunci tersebut, Bob berharap mereka calon enterpreneur akan memakai prinsip-prinsip tadi sebagai modal mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Sumber: Mitra Motivasi

PPP Di atas PKS, PAN, PKB, Nasdem, dan Hanura

 PPP Di atas PKS, PAN, PKB, Nasdem, dan Hanura
ditulis oleh mujib syadzili     friday, 15 february 2013

Survei CSIS yang dilansir Agustus ini menempatkan PPP di atas PKS, PAN, PKB, Nasdem, dan Hanura. Jadi, kader PPP yang terbujuk rayu Nasdem atau partai lain, bersiap-siaplah untuk gigit jari. Makanya, istiqamah bersama PPP.

VIVAnews - Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan bahwa elektabilitas Partai Golkar di posisi teratas. Sementara, posisi kedua ditempati PDIP, dan menyusul Partai Demokrat pada urutan ketiga.

Peneliti CSIS, Philips Vermont, mengemukakan bahwa partai Golkar mendapat 18 persen suara, sementara PDIP 11,6 persen dan disusul partai Demokrat mendapat 11,1 persen. Sementara partai lainnya, seperti Gerindra mendapat 5,2 persen, PPP mendapat dukungan sebanyak 3 persen, PKB 2,8 persen, PKS 2,2 persen, PAN 2 persen.

Partai baru seperti Nasdem mendapat 1,6 persen. Perolehan Nasdem itu lebih tinggi dibandingkan dengan partai Hanura yang mendapat suara 1,5 persen.
 Perolehan tiga partai teratas pada survei Juli 2012 ini, berbeda dengan hasil survei Januari 2012. Golkar dan PDIP, misalnya, cenderung naik. Golkar naik 7,5 persen dan PDIP sebanyak 3,8 persen dibanding hasil survei yang dilakukan pada Januari lalu. Sementara, Demokrat justru turun 1,5 persen.

Meski Golkar menempati posisi paling tinggi, Philips mengatakan, partai itu harus berhati-hati karena sebanyak 41 persen masyarakat belum menentukan pilihan pada partai manapun. "41 Persen yang belum memilih, ini kecenderungannya akan lari ke partai kecil-kecil," kata Philips di Gedung CSIS, Rabu 8 Agustus 2012.

Partai menengah seperti Gerindra, PPP, PKB, PKS, PAN, Nasdem dan Hanura, kata Philips masih memiliki kesempatan untuk merebut suara yang belum menentukan pilihan itu.
"Misalnya, PKS harus mengevaluasi diri, karena mesinnya tidak sebaik sebelumnya," kata Philips.

Hasil ini, didapat dari survei yang dilakukan pada 6-19 Juli 2012 di seluruh provinsi di Indonesia kecuali Papua. "Wawancara tatap muka dilakukan di 32 provinsi, Papua saat itu dalam keadaan tidak kondusif, banyak penembakan dan lain-lain, secara statistik juga sangat kecil. Sehingga tidak kami ikutkan," kata dia.
Survei ini dilakukan dengan jumlah sampel 1.480. Dengan margin error 2,55 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Pemilihan responden ini dilakukan secara acak bertingkat, mulai dari kelurahan, RT dan kepala keluarga. Dengan perbandingan sampel desa-kota sebanyak 50-50 persen sesuai dengan data BPS terbaru 2011.


Selasa, 12 Februari 2013

BUKAN HANYA SEKEDAR KARTANU

Surabaya, NU Online

Mulai tanggal 8 September 2012, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, meluncurkan Kartu NU. Kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai tanda keanggotaan NU, tetapi juga bisa sebagai kartu Automated Teller Machine (ATM). Pemegang kartu juga bisa memperoleh pinjaman tanpa bunga.

Dalam acara peluncuran kartu NU itu sekaligus dilaksanakan peluncuran Koperasi "Mabadiku Bintang Sembilan" yang bertempat di Aula PWNU Jatim, Jl Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya.

Koperasi NU ini bekerjasama dengan BRI Syariah sebagai tempat menyimpan dana anggota serta asuransi Jasindo Takaful sebagai lembaga penjamin anggota koperasi dengan bank. Setiap anggota koperasi Mabadiku Bintang Sembilan nantinya akan diberi kartu NU gratis dari BRI Syariah.

“Kartu NU ini multi fungsi karena menyangkut data anggota NU, rekening di BRI, asuransi Jasindo dan Koperasi itu sendiri," kata Ketua Koperasi "Mabadiku Bintang Sembilan" Irnanda Laksanawan.

Ada empat macam kartu sesuai dengan warnanya, yakni Platinum, Gold (emas), Silver (perak) dan Green (hijau). Namun hampir 80 persen nantinya kartu NU berwarna hijau karena itu untuk umat NU yang sebagian besar masih perlu diberdayakan lebih lanjut.


"Besaran simpanan wajib (pokok) kelompok Kartu NU Hijau hanyalah Rp20 ribu selama menjadi anggota koperasi dan simpanan wajibnya sebesar Rp25 ribu/tahun. Sedangkan untuk sumbangan wajib ke NU sebesar Rp2 ribu/bulan," ungkap Irnanda.

Di antara kelebihan yang didapat oleh pemegang kartu NU hijau adalah bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp5 juta tanpa bunga untuk usaha dari BRI Syariah. Namun sebelumnya terlebih dulu mendapat rekomendasi dari pengurus cabang atau ranting dan koperasi. Tujuannya, supaya mereka tidak berbuat yang tidak sesuai aturan. Hal itu bisa ditekan atau sangat minim terjadi sebab jika diketahui kiainya ada beban moral jika mereka tidak patuh.

"Kecuali ada hal-hal yang di luar kemampuan manusia tapi itu sudah dijamin oleh Asuransi Jasindo Takaful. Ini bussines to bussines tidak ada pemaksaan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," kata Irnanda yang juga staf ahli bidang ESDM Kemeneg BUMN ini.


Program pendaftaran Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) yang sedang digarap oleh PWNU Jatim untuk periode ke 2005-2005 diharapkan dapat mencapai target sebanyak 7 juta anggota dari potensi 14 juta warga NU di Jawa Timur. Wakil Ketua PWNU Jatim H. Sholeh Hayat mengungkapkan bahwa potensi tersebut realistis dilihat dari pemilih PKB di Jawa Timur pada pemilu tahun 2004 yang lalu dengan jumlah berkisar 7 jutaan. Mereka sebagian besar merupakan warga NU.
Saat ini program Kartanu ini sudah gencar disosialisasikan ke seluruh cabang NU. Selanjutnya masing-masing cabang melakukan koordinasi dengan Majelis Wakil Cabang (kecamatan) dan Rating (desa) sebagai pelaksana pendaftaran agar semuanya dapat diselesaikan pada Oktober mendatang.
Dikatakannya pendaftaran Kartanu yang dilaksanakan di Pasuruan tahun lalu telah sukses dengan pendaftar lebih dari 220 ribu orang. Saat ini beberapa cabang juga telah menyelesaikan proses pemotretan seperti Kediri, Banyuwangi, Nganjuk dan Madiun.
Hayat optimis bahwa kemungkinan besar kab. Kediri akan mengalami sukses seperti yang terjadi di Pasuruan karena mendapat dukungan dari bupati dan wakil bupati yang merupakan kader NU.
Biaya pendaftaran Kartanu sebesar Rp. 3500 dengan model kartu seperti ATM yang sudah canggih. PWNU Jawa Timur juga bekerjasama dengan Bringin Life, anak peruhaan BRI yang bergerak dalam bidang asuransi untuk program Dana Santunan Kemanusiaan (DSK).
Program Kartanu ini sudah dimulai pertama kali pada tahun 1988-1992 yang hanya memperoleh anggota 611.000. Selanjutnya pada periode 1992-1997 terdapat 1.173.675 orang pendaftar. Jumlah tersebut terus meningkat pada periode 1997-2002 dengan jumlah pemegang kartu sebanyak 3.177.845 orang.
Wakil Sekretaris PWNU Jatim H. Jono mengungkapkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah agar NU memiliki data base anggotanya. �Ini sangat penting untuk memetakan berbagai kegiatan NU seperti program pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan lainnya,� tandasnya.
Dalam formulir isian yang harus diisi oleh para pendaftar, terdapat item-item struktur demografis seperti umur, status perkawinan, jumlah anak, tingkat pendidikan sampai dengan penghasilan. Kartu ini sekaligus mengidentifikasikan mereka anggota NU atau badan otonomnya seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan lainnya.
Jono menjelaskan dengan demikian, nantinya akan diketahui dengan mudah berapa jumjlah warga NU yang pendidikannya sarjana, SMA dan lainnya. Demikian juga akan teridentifkasi berapa besar warga NU Jawa Timur yang penghasilannya dibawah 500 ribu per bulan, 500-1 Juta sampai dengan diatas 1 Juta.
Biaya sebesar 3500 ribu rupiah tersebut sebenarnya sekaligus merupakan bentuk iuran anggota NU karena biaya pembuatan kartu tak sebesar itu.� Ini sekaligus untuk I�anah Syahriah (iuran anggota) yang selama ini tidak bisa berjalan dengan efektif. Mulai dari Ranting sampai dengan PWNU akan mendapat bagian dengan komposisi tertentu.(mkf)

Kamis, 07 Februari 2013

VALENTINE DAY Menurut Pandangan Islam

Istilah Valentine tentu kita sering mendengarnya, atau mungkin juga kita pernah merayakan sewaktu muda karena ikut-ikutan. Namun kita perlu tahu sejarah valentine day.
Sungguh merupakan hal yang ironis apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM 
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
 
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
 
1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
 
2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
 

Minggu, 23 Desember 2012

LAPORAN KEUANGAN SANTUNAN DANA PENDIDIKAN ANAK YATIM-PIATU DUSUN TAMANAYU - DESA JATIREJOYOSO - KECAMATAN KEPANJEN TAHUN 2012



REKAPITULASI PEROLEHAN DANA KOTAK INFAQ
SANTUNAN DANA PENDIDIKAN ANAK YATIM-PIATU
PEREODE TAHUN 2012

NO
TANGGAL PENGAMBILAN
TEMPAT
JUMLAH PEROLEHAN
01
08 – 02 – 2012
Warung Kopi Iroel
Rp. 460. 000
02
08 – 04 – 2012
Warung Kepanjen
Rp. 600. 000
03
01 – 06 – 2012
Toko Bpk. Subandi
Rp. 254. 000
04
01 – 06 – 2012
Warung Kopi Iroel
Rp. 820. 000
05
16 – 07 – 2012
Warung Kepanjen
Rp. 273. 000
06
06 – 11 – 2012
Warung Kopi Iroel
Rp. 925. 000
07
06 – 11 – 2012
Toko Bpk. Sugito
Rp. 274. 000
08
06 – 11 – 2012
Toko Bpk. Subandi
Rp. 315. 000
09
06 – 11 – 2012
Toko Bangunan Bpk. Hari
Rp. 250. 000

Jumlah
Rp. 4. 171. 000





REKAPITULASI KEUANGAN
SANTUNAN DANA PENDIDIKAN ANAK YATIM-PIATU
DUSUN TAMANAYU –DESA JATIREJOYOSO – KECAMATAN KEPANJEN
TAHUN 2012

NO
BULAN
UANG
SALDO
MASUK
KELUAR
01
Saldo tahun 2011
Rp.     840. 000
Rp.  -
Rp.     840. 000
02
Januari
Rp. 2. 065. 000
Rp.     685. 000
Rp. 1. 380. 000
03
Pebruari
Rp. 1. 402. 000
Rp.     825. 000
Rp.     557. 000
04
Maret
Rp. 1. 149. 000
Rp.     825. 000
Rp.     324. 000
05
April
Rp. 1. 624. 000
Rp. 1. 735. 000
Rp. -   111. 000
06
Mei
Rp. 1. 382. 000
Rp.     825. 000
Rp.     557. 000
07
Juni
Rp. 2. 411. 000
Rp. 3. 150. 000
Rp. -   739. 000
08
Juli
Rp. 1. 094. 000
Rp.     975. 000
Rp.     119. 000
09
Agustus
Rp. 1. 256. 000
Rp. 1. 000. 000
Rp.     256. 000
10
September
Rp. 1. 273. 000
Rp. 1. 000. 000
Rp.     273. 000
11
Oktober
Rp. 1. 434. 000
Rp. 1. 100. 000
Rp.     334. 000
12
Nopember
Rp. 2. 768. 000
Rp. 4. 100. 000
Rp.-1. 332. 000
13
Desember
Rp. 2. 852. 000
Rp. 1. 175. 000
Rp. 1. 677. 000
Jumlah
Rp. 20. 710. 000
Rp. 17. 395. 000
Rp. 4. 155 000

RINCIAN DANA KESELURUHAN
  • SUMBER DANA
1.      DONATUR                                        RP. 16. 539. 000
2.      KOTAK INFAQ                                RP.   4. 171. 000
Jumlah           Rp. 20. 710. 000

  • ALOKASI DANA
1.      Santunan bulanan                                Rp. 11. 125. 000
2.      Tunjangan semester                             Rp.   3. 000. 000
3.      Tunjangan awal tahun                         Rp.   2. 325. 000
4.      Beli 12 pasang sepatu                         Rp.       910. 000
5.      Tambahan santunan tahunan               Rp.         35. 000
Jumlah           Rp. 17. 395. 000

  • SALDO
Saldo tahun 2012                                           Rp.   4. 155. 000



Tamanayu, 17 Desember 2012



PENGURUS MABARROT NU
AL – AMIN
TAMANAYU – JATIREJOYOSO - KEPANJEN



Ketua




DRAWI
Sekertaris




SHOLIKIN, S.Pd.I
Bendahara




ABDUL QODIR



Mengetahui
Pengurus NU Ranting Tamanayu



Kepala Desa Jatirejoyoso
Tanfidziyah
Rois Syuriyah





DIDIT MULYO SANTOSO, S.Sos





JAHMAD, S.Pd.I





Ust. MOH. ANWAR