Surabaya,
NU Online
Mulai tanggal 8 September 2012, Pengurus Wilayah
Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, meluncurkan Kartu
NU. Kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai tanda keanggotaan NU,
tetapi juga bisa sebagai kartu Automated Teller Machine (ATM). Pemegang
kartu juga bisa memperoleh pinjaman tanpa bunga.
Dalam
acara peluncuran kartu NU itu sekaligus dilaksanakan peluncuran
Koperasi "Mabadiku Bintang Sembilan" yang bertempat di Aula PWNU Jatim,
Jl Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya.
Koperasi NU ini bekerjasama dengan BRI
Syariah sebagai tempat menyimpan dana anggota serta asuransi Jasindo
Takaful sebagai lembaga penjamin anggota koperasi dengan bank. Setiap
anggota koperasi Mabadiku Bintang Sembilan nantinya akan diberi kartu NU
gratis dari BRI Syariah.
“Kartu NU ini multi fungsi karena
menyangkut data anggota NU, rekening di BRI, asuransi Jasindo dan
Koperasi itu sendiri," kata Ketua Koperasi "Mabadiku Bintang Sembilan"
Irnanda Laksanawan.
Ada empat macam kartu sesuai dengan warnanya,
yakni Platinum, Gold (emas), Silver (perak) dan Green (hijau). Namun
hampir 80 persen nantinya kartu NU berwarna hijau karena itu untuk umat
NU yang sebagian besar masih perlu diberdayakan lebih lanjut.
"Besaran
simpanan wajib (pokok) kelompok Kartu NU Hijau hanyalah Rp20 ribu
selama menjadi anggota koperasi dan simpanan wajibnya sebesar Rp25
ribu/tahun. Sedangkan untuk sumbangan wajib ke NU sebesar Rp2
ribu/bulan," ungkap Irnanda.
Di antara kelebihan yang didapat
oleh pemegang kartu NU hijau adalah bisa mendapatkan pinjaman sebesar
Rp5 juta tanpa bunga untuk usaha dari BRI Syariah. Namun sebelumnya
terlebih dulu mendapat rekomendasi dari pengurus cabang atau ranting dan
koperasi. Tujuannya, supaya mereka tidak berbuat yang tidak sesuai
aturan. Hal itu bisa ditekan atau sangat minim terjadi sebab jika
diketahui kiainya ada beban moral jika mereka tidak patuh.
"Kecuali
ada hal-hal yang di luar kemampuan manusia tapi itu sudah dijamin oleh
Asuransi Jasindo Takaful. Ini bussines to bussines tidak ada pemaksaan
dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," kata Irnanda yang juga
staf ahli bidang ESDM Kemeneg BUMN ini.
Program pendaftaran Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) yang sedang
digarap oleh PWNU Jatim untuk periode ke 2005-2005 diharapkan dapat
mencapai target sebanyak 7 juta anggota dari potensi 14 juta warga NU di
Jawa Timur.
Wakil Ketua PWNU Jatim H. Sholeh Hayat mengungkapkan bahwa potensi
tersebut realistis dilihat dari pemilih PKB di Jawa Timur pada pemilu
tahun 2004 yang lalu dengan jumlah berkisar 7 jutaan. Mereka sebagian
besar merupakan warga NU.
Saat ini program Kartanu ini sudah gencar disosialisasikan ke seluruh
cabang NU. Selanjutnya masing-masing cabang melakukan koordinasi dengan
Majelis Wakil Cabang (kecamatan) dan Rating (desa) sebagai pelaksana
pendaftaran agar semuanya dapat diselesaikan pada Oktober mendatang.
Dikatakannya pendaftaran Kartanu yang dilaksanakan di Pasuruan tahun
lalu telah sukses dengan pendaftar lebih dari 220 ribu orang. Saat ini
beberapa cabang juga telah menyelesaikan proses pemotretan seperti
Kediri, Banyuwangi, Nganjuk dan Madiun.
Hayat optimis bahwa kemungkinan besar kab. Kediri akan mengalami
sukses seperti yang terjadi di Pasuruan karena mendapat dukungan dari
bupati dan wakil bupati yang merupakan kader NU.
Biaya pendaftaran Kartanu sebesar Rp. 3500 dengan model kartu seperti
ATM yang sudah canggih. PWNU Jawa Timur juga bekerjasama dengan Bringin
Life, anak peruhaan BRI yang bergerak dalam bidang asuransi untuk
program Dana Santunan Kemanusiaan (DSK).
Program Kartanu ini sudah dimulai pertama kali pada tahun 1988-1992
yang hanya memperoleh anggota 611.000. Selanjutnya pada periode
1992-1997 terdapat 1.173.675 orang pendaftar. Jumlah tersebut terus
meningkat pada periode 1997-2002 dengan jumlah pemegang kartu sebanyak
3.177.845 orang.
Wakil Sekretaris PWNU Jatim H. Jono mengungkapkan bahwa tujuan utama
dari program ini adalah agar NU memiliki data base anggotanya. �Ini
sangat penting untuk memetakan berbagai kegiatan NU seperti program
pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan lainnya,� tandasnya.
Dalam formulir isian yang harus diisi oleh para pendaftar, terdapat
item-item struktur demografis seperti umur, status perkawinan, jumlah
anak, tingkat pendidikan sampai dengan penghasilan. Kartu ini sekaligus
mengidentifikasikan mereka anggota NU atau badan otonomnya seperti
Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan lainnya.
Jono menjelaskan dengan demikian, nantinya akan diketahui dengan
mudah berapa jumjlah warga NU yang pendidikannya sarjana, SMA dan
lainnya. Demikian juga akan teridentifkasi berapa besar warga NU Jawa
Timur yang penghasilannya dibawah 500 ribu per bulan, 500-1 Juta sampai
dengan diatas 1 Juta.
Biaya sebesar 3500 ribu rupiah tersebut sebenarnya sekaligus
merupakan bentuk iuran anggota NU karena biaya pembuatan kartu tak
sebesar itu.� Ini sekaligus untuk I�anah Syahriah (iuran anggota) yang
selama ini tidak bisa berjalan dengan efektif. Mulai dari Ranting sampai
dengan PWNU akan mendapat bagian dengan komposisi tertentu.(mkf)