Rabu, 17 Oktober 2012

SEJARAH SUMPAH PEMUDA


Tanggal 28 oktober 1928, sebagai tanggal yang dijadikan Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa Bangsa Indonesia telah lahir. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Moehammad Yamin.

Sejarah Hari Sumpah Pemuda

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
 

Salah satu tonggak sejarah perjuangan Bangsa Indonesia adalah Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Namun momen penting ini tidaklah berdiri sendiri, Sumpah Pemuda merupakan hasil dari serangkaian perjuangan-perjuangan Bangsa Indonesia sejak ribuan tahun silam dalam usaha membebaskan diri dari belenggu penjajahan.

Seperti kita ketahui bersama, sebelum 1928, perjuangan telah dimulai sejak abad ke-17, dimana waktu itu perlawanan-perlawanan secara fisik dari berbagai daerah muncul akibat kekejaman dan penindasan kaum penjajah. Tak heran, kalau di tahun 1628 dan 1629 Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram berani menyerang kompeni hingga ke Batavia.

Tahun 1662 – 1669 Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI juga mengadakan perlawanan mengusir penjajah di Makasar. Lalu 1817 di Ambon ada Pattimura, kemudian 1825 -1830 terjadi Perang Diponegoro, demikian pula di Sumatera, Tuanku Imam Bonjol memimpin perlawanan pada tahun 1824 hingga 1837. Perlawanan lainnya pun muncul dengan tujuan yang sama mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Akan tetapi sangat disayangkan, perjuangan tersebut tidak membawa hasil yang diharapkan karena politik devide et impera yang diterapkan Belanda waktu itu mampu menaklukkan semua perlawanan. Belanda mampu menaklukkan hampir seluruh wilayah nusantara sehingga bangsa ini semakin mengalami penderitaan panjang.
Sadar akan hal tersebut, para pemuda Indonesia yang memiliki semangat dan jiwa patriotisme kemudian melakukan bentuk perlawanan dalam bentuk yang lain. Mereka melawan – bukan dalam arti fisik – melalui organisasi Budi Oetomo yang didirikannya pada 20 Mei 1908. Momen ini kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah kebangkitan pemuda Indonesia dalam pergerakan kebangsaan Indonesia, yang kemudian diakui sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Beberapa tahun kemudian tepatnya 1911 muncul Sarekat Islam yang didirikan oleh HOS Tjokroaminoto. Setahun kemudian namanya diubah menjadi Sarekat Dagang Islam. Selain itu di tahun yang sama, berdiri pula Indische Partai yang dipimpin oleh tiga serangkai yaitu Danudirdja Setia Budi, Ki Hajar Dewantara dan Tjipto Mangunkusumo. Tujuan politiknya sangat jelas yaitu untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Ketiga tokoh ini kemudian dibuang karena dianggap membahayakan kelangsungan Pemerintah Hindia Belanda melalui tulisan-tulisannya yang tajam di surat kabar. Demikian pula gerakan dan aksi-aksi yang mereka lakukan.

Organisasi-organisasi lain pun kemudian bermunculan, namun belum memberikan harapan yang menggembirakan. Mereka tetap tak mampu menghadapi dan memberikan perlawanan berarti disebabkan perjuangan yang mereka lakukan masih sendiri-sendiri.

Setelah menyadari kondisi seperti itu, keadaan pun lalu berubah. Para pemuda kemudian berfusi, menyatukan diri dan mengusung rasa kebangsaan yang selama ini belum tersentuh. Ini kemudian melahirkan Kongres Pemuda Indonesia I pada tahun 1926. Waktu itu cita-cita persatuan menjadi tujuan utama, namun masih belum dapat diwujudkan secara nyata.

Rasa kebangsaan dan persatuan itu mencapai puncaknya dengan kemunculan pemuda Soekarno, anggota Jong Java. Ia terus mengobarkan rasa persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai landasan untuk mencapai kemerdekaan. Pemuda yang kemudian terkenal dengan julukan Bung Karno ini mendasarkan perjuangan mencapai kemerdekaan pada kekuatan sendiri, anti kapitalisme dan imperialisme serta non-cooperation atau tak bersedia bekerja sama dengan Hindia Belanda.

Atas prakarsa Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, maka diadakan Kongres Pemuda Indonesia II di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Kongres dihadiri oleh berbagai perhimpunan pemuda yang ada di Indonesia. Dalam sidang ketiga, 28 Oktober 1928 itulah kemudian dicetuskan Sumpah Pemuda yang sangat terkenal hingga sekarang.

Sumpah Pemuda sebagai tonggak sejarah perjuangan yang bersifat nasional, meliputi seluruh wilayah nusantara mencapai cita-cita bersama. Pada Kongres ini pula diperkenalkan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza oleh Wage Rudolf Supratman.

Kata-kata keramat yang dicetuskan dalam Kongres II Pemuda Indonesia tersebut terus mengakar dalam diri setiap anak bangsa. Perjuangan terus berlanjut, perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda pun tak berhenti hingga mencapai puncak dengan diproklamasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Rasa kebangsaan, persatuan dan kesatuan harus tetap kita jaga dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda. Jangan sampai kerja keras para pemuda pada masa perjuangan dahulu terbuang percuma dengan kondisi Bangsa Indonesia di masa sekarang.

Kalau dulu kaum penjajah yang memecah belah bangsa Indonesia, bukan tidak mungkin persatuan dan kesatuan yang selama ini kita bina terkoyak oleh ulah bangsa sendiri. Bahasa Indonesia yang selama ini diakui sebagai bahasa persatuan rusak justru oleh perilaku bangsa sendiri.

Minggu, 14 Oktober 2012

jangan sampai salah memilih pergaulan

SEBUAH kisah diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari shahabat Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri, Rasulullah menceritakan kehidupan orang yang sangat kejam. Ia adalah seorang sadis dan telah menghabisi 99 nyawa orang.

Ia merasa sangat menyesal atas berbuatan kejamnya. Orang lantas ini bertanya-tanya siapakah manusia yang paling berilmu di atas dunia ini. Ia lalu mendatangi seorang alim yang ahli beribadah dan bercerita tentang masa lalu. Ia pun mengutarakan maksudnya untuk bertaubat dan menjadi orang yang shaleh. Kepada orang alim ini, ia bertanya apakah taubatnya bisa diterima Allah.

Sayangnya, tanpa landasan keilmuan yang kuat, orang alim ini menjawab, dosa pembunuh tak akan diampuni Allah. Mendengar jawaban orang alim ini, si pembunuh marah. Tanpa berfikir panjang, penjahat ini membunuh orang alim yang ada di hadapannya. Ia kemudian bertemu orang alim lainnya untuk mengungkapkan keinginan untuk bertaubat. Ia pun mengaku telah membunuh seratus orang.
Rupanya orang alim kedua ini lebih bijak dari yang pertama. Ia menjawab, Allah akan mengampuni taubat orang jika dilakukan secara benar-benar. Orang alim kedua ini memberi nasehat, agar si penjahat segera menjauhi teman-temannya yang jahat, serta meminta bergaul dengan orang-orang yang shaleh. Sebab, pergaulan yang salah
menjerumuskan orang dalam perbuatan dosa.

Pembunuh kejam ini mematuhi nasehat orang alim. Ia lalu bertaubat dan menyesali dosa-dosanya. Ia bersedia menjauhi teman-temannya yang jahat dan pergi mencari perkampungan tempat orang-orang yang shaleh. Namun ketika ia masih berada dalam perjalanan, ajal tiba. Ia menghadap kepada Allah dengan hanya membawa niat yang jujur, niatan untuk menjadi orang yang baik. Singkat cerita, pembunuh kejam ini kemudian termasuk golongan orang yang shaleh dan berhak masuk surga.

Banyak hikmah dalam kisah ini, diantaranya menunjukkan kepada kita bahwa amal perbuatan orang tergantung pada penutupnya. Barang siapa yang sepanjang umurnya terjatuh dalam kemaksiatan, kemudian di penghujung umurnya ia bertaubat, Allah akan mengampuninya. Sebaliknya, siapa yang selalu berbuat kebaikan, tetapi di akhir kehidupannya ia bermaksiat kepada Allah, maka tergolong orang buruk amalnya.

Hikmah lainnya, adalah perintah kepada kita semua agar bergaul dengan orang-orang yang shaleh, karena salah pergaulan bisa membuat orang jatuh dalam jurang dosa. Dalam konteks keindonesian yang sedang marak dengan kasus hukum, jika kita ingin menjadi orang yang bebas dari korupsi, maka jangan sampai kita bergaul dengan koruptor. Dan, kebanyakan kasus korupsi di Indonesia dilakukan secara berjamaah.

Dalam kasus lain, Indonesia belakangan diguncang dengan kasus terorisme. Peristiwa terorisme teranyar adalah aksi bom bunuh di Masjid Mapolresta Cirebon, dan di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo.

Dari kasus itu diketahui, banyak ada muda terjerumus masuk dalam jaringan teroris. Saatnya kita mamagari anak-anak kita, jangan sampai salah pergaulan dan masuk jaringan teroris. Semoga Allah senantiasa memberi hidayah kepada kita sehingga selalu berbuat baik, hingga kita menghadap kepada-Nya dengan husnul khatimah. Amin. Allahu a’lam.*

Kamis, 11 Oktober 2012

Pemimpin dalam Islam

"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya. (HR Bukhari)
Beberapa kriteria kepemimpinan dalam islam :

1. Menggunakan Hukum Allah
Dalam berbagai aspek dan lingkup kepemimpinan, ia senantiasa menggunakan hukum yang telah di tetapkan oleh Allah, hal ini sebagaimana ayat ;

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". (Qs : 4:59)

Melalui ayat di atas ta'at kepada pemimpin adalah satu hal yang wajib dipenuhi, tetapi dengan catatan, para pemimpin yang di ta'ati, harus menggunakan hukum Allah, hal ini sebagaimana di nyatakan dalam ayat-Nya yang lain :

"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya . Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)". (Qs: 7 :3)

"..Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir..." (Qs :5:44)
"..Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim..." (Qs: 5 45)
"..Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.." (Qs: 5 :47)
" Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?". (Qs : 5 :50)

Dan bagi kaum muslimin Allah telah dengan jelas melarang untuk mengambil pemimpin sebagaimana ayat;

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". (Qs : 5 : 51)

Dari beberapa ayat diatas, bisa disimpulkan, bahwa pemimpin dalam islam adalah mereka yang senantiasa mengambil dan menempatkan hukum Allah dalam seluruh aspek kepemimpinannya.


2. Tidak meminta jabatan, atau menginginkan jabatan tertentu..
"Sesungguhnya kami tidak akan memberikan jabatan ini kepada seseorang yang memintanya, tidak pula kepada orang yang sangat berambisi untuk mendapatkannya" (HR Muslim).

"Sesungguhnya engkau ini lemah (ketika abu dzar meminta jabatan dijawab demikian oleh Rasulullah), sementara jabatan adalah amanah, di hari kiamat dia akan mendatangkan penyesalan dan kerugian, kecuali bagi mereka yang menunaikannya dengan baik dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban atas dirinya". (HR Muslim).

Kecuali, jika tidak ada lagi kandidat dan tugas kepemimpinan akan jatuh pada orang yang tidak amanah dan akan lebih banyak membawa modhorot daripada manfaat, hal ini sebagaimana ayat ;

"Jadikanlah aku bendaharawan negeri (mesir), karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan". (Qs : Yusuf :55)

Dengan catatan bahwa amanah kepemimpinan dilakukan dengan ;
1. Ikhlas.
2. Amanah.
3. Memiliki keunggulan dari para kompetitor lainnya.
4. Menyebabkan terjadinya bencana jika dibiarkan jabatan itu diserahkan kepada orang lain.

3. Kuat dan amanah
"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (Qs : 28: 26).

4. Profesional

"Sesungguhnya Allah sangat senang pada pekerjaan salah seorang di antara kalian jika dilakukan dengan profesional" (HR : Baihaqi)

5. Tidak aji mumpung karena KKN
Rasulullah SAW, "Barang siapa yang menempatkan seseorang karena hubungan kerabat, sedangkan masih ada orang yang lebih Allah ridhoi, maka sesungguhnya dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin". (HR Al Hakim).

Umar bin Khatab; "Siapa yang menempatkan seseorang pada jabatan tertentu, karena rasa cinta atau karena hubungan kekerabatan, dia melakukannya hanya atas pertimbangan itu, maka seseungguhnya dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin".

6. Menempatkan orang yang paling cocok
"Rasulullah menjawab; jika sebuah perkara telah diberikan kepada orang yang tidak semestinya (bukan ahlinya), maka tunggulah kiamat (kehancurannya)". (HR Bukhari).
Dalam konteks hadits ini, setidaknya ada beberapa hal  yang bisa kita cermati,

1. Seorang pemimpin harus bisa melihat potensi  seseorang.
Setiap manusia tentunya diberikan kelebihan dan  kekurangan.Kesalahan terbesar bagi seorang pemimpin  adalah ketika dirinya tidak bisa melihat potensi seseorang dan menempatkannya pada tempat yang  semestinya. Begitu pentingnya perhatian bagi seorang pemimpin terhadap hal ini, maka Rasulullah saw bersabda sebagaiman hadits pada poin 5 di atas.

Ketidakmampuan pemimpin dalam hal ini hanya akan membuat jama'ah atau organisasi yang di pimpinnya  menjadi tidak efektif dan efisien, bahkan tidak sedikit kesalahan pemimpin dalam hal ini menimbulkan kekacauan yang membawa kepada kehancuran.

2. Bisa mengasah potensi seseorang.
Selain ia bisa melihat potensi pada diri seseorang, seorang pemimpin dengan caranya yang paling baik, ia  bisa mengasah potensi mereka yang berada dalam  kepemimpinannya. Mengasah potensi seseorang berbeda dengan "memaksa" seseorang untuk menjadi seseorang yang tidak di inginkannya.

3. Menempatkan seseorang sesuai dengan potensi yang ia  miliki.
"Right man in the right place", adalah ungkapan yang  seringkali kita dengar. Bahwa menempatkan seseorang  itu harus berada pada tempat yang paling tepat bagi orang tersebut serta penugasannya.

4. Mengatur setiap potensi dari mereka yang di pimpinnya menjadi satu kekuatan yang kokoh.
Bangunan yang baik, kokoh dan indah tentunya tidak hanya terdiri dari satu elemen, tetapi terdiri dari berbagai elemen yang ada di dalamnya. Tentunya, penempatan dan penggunaan masing-masing elemen itulah yang sangat mempengaruhi bagaimana sebuah bangunan itu.  Perumpamaan sederhana ini bisa kita gunakan untuk memahami tugas seorang pemimpin dalam menempatkan, menggunakan mereka yang berada dalam kepemimpinannya.

Minggu, 23 September 2012

BELAJAR SUKSES

Bagi anda yang menginginkan kesuksesan bisnis, harusnya memberi anda inspirasi dan semangat. 

Kunci-kunci itu tak terbantahkan.  Ia telah berulang kali digunakan oleh semua (semua!) orang sukses.  Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun. 

  Kunci-kunci yang  akan terus membantu siapa saja yang benar-benar ingin sukses.

Apa saja kunci-kunci sukses  ada tiga yang utama:

1.    Tujuan yang jelas.
2.    Berani merubah tradisi
3.    Kesabaran tiada akhir.


1.    Tujuan yang jelas.

               Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis.  Inilah awal semua cerita bisnis.  Apakah tujuan anda berbisnis?  Apakah uang dan kekayaan melimpah?  Atau Kedudukan terhormat?  Popularitas?  Atau pembuktian diri?  Atau apa?Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada pada Pencuri Mimpi.  Pencuri Mimpi adalah orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda.  Mereka menghalangi anda.  Mereka melemahkan semangat anda.  Mereka mengatakan masalah dan resiko yang akan anda hadapi.  Mereka juga memberi gambaran kegagalan anda.


 2. Berani Merubah Tradisi



                  Dalam hidup banyak tradisi.  Misalnya sekolah tinggi, dapat kerja bagus.  Banyak orang yang ingin bisnis tapi tidak berani merubah tradisi itu.  Akhirnya keingingan itu terpendam dan hilang.  Mereka menyerah pada tradisi.  Mereka memilih jadi orang biasa-biasa saja.Pilihannya ada pada anda.  Apakah anda benar-benar mau mencapai tujuan anda di atas.  Bila benar-benar mau, maka anda harus membayar harganya.

Harga tujuan mengikuti tujuannya.  Bila tujuan anda rendah, maka harganya juga rendah.  Bila tujuan anda tinggi, maka harganya juga tinggi.Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental.  Apakah bentuknya keraguan, ketakutan, kurang percaya diri, dan sebagainya.  Ketika hambatan mental ini muncul, maka anda pasti jadi orang yang kendur semangat dan takut menghadapi resiko.  Anda cenderung mundur ke belakang. ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal.  Itu kondisi yang lebih buruk daripada meneruskan perjuangan. 
, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Betapa susahnya pun anda sekarang, semua kesusahan itu akan berlalu.  Anda akan mengenang kesusahan itu sebagai hal yang indah., berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya.  Bergaul dengan orang yang pantang menyerah akan berpengaruh pada diri anda.  , bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses.  Pelajari apa sih rahasia mereka. 
, lihat sekeliling anda.  Cari orang-orang gagal.  Perhatikan hidup mereka yang menderita.  Ingatlah bila anda tidak mau menderita seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.


3. Kesabaran Tiada Akhir.


     Banyak orang yang telah mulai bisnis, lalu berhenti ketika masalah timbul.  Ketika bisnisnya turun, keluarga tidak mendukung, bisnis banyak pesaing, konsumen mengeluh, suplayer curang,  dan sebagainya mereka berhenti.  Bukannya berpikir dan bertindak untuk mengatasinya. Duh,…Bila anda tidak sabar dalam satu bidang bisnis, anda tidak akan sukses. Sabar dan atasi masalah”.  Bersabar memang berat.  Tapi tidak bersabar, jauh lebih berat.  Ketika anda berhenti berusaha mencapai tujuan anda, anda harus memulai lagi dari awal.  Selain itu, makin sering anda berhenti berusaha mencapai tujuan, maka lama-lama tujuan anda akan turun.  Bersabar yang benar harus cerdas.  Apa artinya?  Bila satu cara untuk mencapai tujuan gagal, maka bersabarlah untuk melakuan cara lain yang berbeda.  Bila anda masih berpikir dengan cara yang sama, maka pasti tindakannya juga sama.  Bila tindakan anda sama, maka pasti hasilnya juga sama.  Itulah sebabnya bersabar harus cerdas.  Artinya terus berpikir cara-cara lain yang berbeda untuk mendapat hasil yang berbeda.

Disinilah letak penting kreatifitas dalam bersabar.  Bila anda bersabar tapi tidak kreatif, maka anda akan seperti keledai yang jatuh berulang kali di lubang yang sama. 

Anda akan gagal berulang kali, tapi anda tidak belajar dari kegagalan itu.  Kegagalan anda jadi tidak ada artinya.  Anda jadi benar-benar gagal.  Orang sabar, harus cerdas.  Jadilah kreatif. 

Orang sabar dan kreatif akan mendapat hasil yang berbeda dari orang biasa. Bisnisnya akan berkembang lebih baik.  Sabar membuat mereka tenang menghadapi masalah.  Kreatif membuat mereka bisa terus menemukan solusi berbagai masalah yang terjadi.  

semoga bermanfaat

CARA TIDUR SEHAT..........

  sahabat...

Tidur ...
adalh cara setiap manusia untuk meluapkan semua rasa lelah nya dri segala aktivitas nya masing2..
pastinya kita mngingin kan peristirahatan yang puas...
     namun kebanyakan dr orang tidak memperhatikan kesehatan bagi tubuhnya              ketika dalam beristirahat..
nah dr hal ini saya mau ngasih tau nu tips tidur sehat ala Rasulullah saw

jangan lewatin ...
ni dia tips nya.........



      Dalam hal ini Ibnu Qayyim Al-Jauziah dalam bukunya metode pengobatan nabi. Mencatat beberapa hal tentang tidur membahayakan bagi kesehatan.

Posisi Tidur terlentang dan menelengkup
Dalam riwayat yang direkam Abu Umamah dalam Musnad dan Sunan Ibnu Majah menyebutkan bahwa nabi pernah lewat di hadapan seorang lelaki yang sedang tidur menelengkup maka beliau menyepaknya dengan kaki beliau sambil bersabda: “bangun dan duduklah! Inilah tidurnya para ahli neraka!”.

Hippocrates menambahkan sikap tidur ini dalam bukunya at-taqdimah yang menyebutkan: “kalau seorang yang sakit tidur menelungkup, padahal pada waktu sehat ia tidak terbiasa tidur demikian. Itu menunjukkan otaknya tidak beres, atau memang ada penyakit di sekitar perutnya.

Waktu Tidur Yang Dianjurkan
Terkait dengan waku tidur, disinyalir bahwa tidur siang menimbulkan penyakit akibat kelembaban tubuh, semisal merusak pigmen tubuh, menyebabkan penyakit empedu, menyebabkan kemalasan dan melelahkan syahwat.

Dalam hal ini, tidur siang digolongkan menjadi tiga macam: khuluq, khuruq, dan humuq.
1. khuluq adalah tidur di tengah hari. Disebut khuluq (ahklak) karena itu adalah kebiasaan Rasulullah SAW.
2. khuruq adalah (perusak) adalah tidur di waktu dhuha.
3. humuq (kebodohan) adalah tidur di waktu ashar.

Seorang ahli syair mengatakan: “sesungguhnya tidur di waktu dhuha adalah dapat menyebabkan kemalasan bagi para pemuda, tidur ashar dapat menimbulkan gila”.

Lokasi Tidur yang berbahaya
Tidur dibawah sengatan matahari juga dapat memicu timbulnya penyakit terpendam. Tidur antara sinar matahari dengan tempat teduh juga tidak baik. Diriwayatkan dari Abu Daud dalam sunan-nya dari hadist Abu Hurairah, ia menceritakan: Rasulullah SAW bersabda: “kalau salah satu diantara kalian berada dibawah matahari, tiba-tiba terkena teduh sehingga sebagian tubuhnya di bawah sinar matahari dan sebagian lagi ditempat teduh maka hendaknya ia bangkit”.




Secara logis hal ini mudah dipahami, karena cahaya matahari menyebabkan berbagai penyakit seperti tekanan panas klenger (sunstroke), kejang otot (kram), dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang timbul karena cahaya matahari ini memiliki aneka ragam ciri dan gejala, yang untuk lebih detailnya memerlukan penjelasan sendiri.

Masih dari buku Metode Pengobatan Rasulullah SAW Ibnu Qayyim Al-Jauziah bahwa tidur mempunyai dua faedah besar.

1. Mengistirahatkan seluruh anggota tubuh sehingga terbebas dari rasa lelah, panic indera juga merasa nyaman, terlepas dari kerja berat saat terjaga dan melenyapkan segala kepenatan ada.

2. Sempurnanya metabolisme makanan dan proses pembakaran. Karena panas alami tubuh pada saat tidur menggelegak keseluruh tubuh sehingga membantu proses tersebut. Dengan demikian secara lahiriah, tubuh menjadi dingin. Dan karena ini pula orang yang tidur cenderung membutuhkan selimut.

Berkenaan dengan cara tata cara tidur, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim dari bara’ bin azib: “bila kamu akan mendatangi tempat tidur maka berwudhulah seperti wudhu yang kamu laksanakan ketika akan shalat, kemudian berbaringlah diatas bagian tubuh sebelah kanan, lalu ucapkanlah: “ya Allah! Kuserahkan diri kepada-Mu, kuhadapkan waktu kepada-Mu, kuserahkan persoalan kepada-Mu, kuserahkan punggungku kepada-Mu. Tidak ada rempat bersandar dan tempat menyelamatkan diri dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan nabi yang Engkau utus!”.

Rahasia medis dari posisi Rasulullah telah di ungkapkan para ilmuan.
Diantara disebutkan bahwa posisi tidur dengan berbaring ke sebelah kanan berefaedah membantu pencernaan, mengistirahatkan kerja jantung, melemaskan, dan membebaskan anggota tubuh.

Tidur yang paling efesien adalah berbaring ke sebelah kanan agar makanan bisa berada pada posisi yang ‘pas’ dalam lambung yang mengendap secara proposional. Karena lambung cenderung miring ke sebelah kiri sedikit. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengalir ke lever, baru kemudian di lanjutkan dengan berbaring ke sebelah kanan saja agar cepat tersuplai dari lambung.

Jadi berbaring ke sebelah kanan dilakukan di awal tidur dan di akhir tidur. Terlalu banyak berbaring ke sebelah kiri membahayakan jantung dan menyebabkan seluruh organ mengarah ke jantung, sehingga banyak unsur tubuh yang menyerang jantung.
 
 
semoga bermanfaat
 
 
 
 
 

Jumat, 21 September 2012

KREATIF HANYA TAMATAN * SD * MAMPU MENCIPTAKAN LISTRIK TENAGA HAMPA

Orang bisa menjadi hebat bukan karena jenjang pendidikannya yang tinggi namun karna inovasi-inovasi yang  dapat mereka ciptakan. Seperti bapak Slamet Harianto  yang bertempat tinggal di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon,  yang berusia 51 tahun beliau mampu menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH). Pak Slamet bukanlah lulusan ahli listrik, namun beliau hanyalah tamatan Sekolah Dasar (SD).

Pak Slamet hanyalah  seorang tukang dinamo dan hidupnya sangat sederhana kalau pun beliau mengerti terntang ilmu kelistrikan itu karna pak slamet belajar dari ayahnya yang juga seorang tukang dinamo.

Awalnya pak Slamet diminta bantuan tentangganya untuk membuat kincir angin untuk menghasil energi listrik, namun bukan kincir angin yang dibuat, beliau membuat generator yang mempunyai kapasitas 2000 watt. Disinilah pak Slamet mulai berpikir untuk mengembangkan alatnya supaya menghasilkan energi listrik yang lebih besar. Setelah melewati beberapa tahap akhirnya pak Slamet mampu membuat PLTH dengan daya 15.000watt.

Berkat inovasinya, pak Slamet pun mendapat bantuan dana dari Bapak  Rendra (Bupati Malang) , sebesar 15 juta. Pak Rendra pun berjanji untuk mematenkan hasil karya pak Slamet dan berkoordinasi dengan pihak Universitas Brawijaya terkait dengan pengajuan pematenan hasil karya pak Slamt tersebut.

Lulusan SD juga bisa jadi orang hebat khan?? Semua tergantung dari pribadi kita sendiri dan keinginan kita untuk lebih maju dan bermanfaat. ^^

Selasa, 18 September 2012

KRITIK OTO-KRITIK POLA PENGKADERAN DITUBUH ANSOR

(Mendaur ulang pemikiran Nusron Wahid)

Oleh : Farid Ulinnuha *
*( Ketua Ranting GP Ansor Tamanayu )

            GP ANSOR (Gerakan Pemuda Ansor) selama ini dinilai banyak kalangan sebagai organisasi yang dinamis berwacana, yang mana kader dan out put-nya (alumni) bisa di “jagokan”. Tak sedikit dari mereka mengatakan bahwa kader-kader Ansor itu “bisa diandalkan”, tetapi sayang tidak semuanya tuntas dalam hal pengkaderannya. “Cibiran” itu belum tentu benar sepenuhnya. Namun kita selaku warga Ansor tentu bisa menilainya dengan melakukan retrospeksi atas perjalanan GP Ansor selama ini.
            Indikator termudah dan seringkali dijadikan tolak ukur keberhasilan dari sebuah organisasi adalah seberapa banyak (kuantitas) dan seberapa hebat (kualitas) integritas maupun kapabilitas kader maupun out put (alumni) yang dihasilkannya. Miskinnya sebuah organisasi dalam mereproduksi intelektual, tokoh atau pemimpin yang memiliki kecakapan yang profesional, kritis, visioner dan berkarakter, akan menunjukkan macetnya sebuah organisasi yang berarti pula kegagalan kaderisasi di tubuh organisasi tersebut.
            Organisasi kepemudaan seperti halnya Ansor, selama ini dianggap sebagai agen generasi penerus yang didalamnya tersedia calon-calon pemimpin dengan berbagai disiplin ilmu serta pengalaman yang tidak diragukan lagi. Tetapi apakah benar demikian ? Sebab rata-rata sebuah pergerakan pemuda ataupun organisasi kepemudaan tak ubahnya seperti kelompok/ Jama’ah Tahlil yang didalamnya vakum akan kederisasi dan “pendigdayaan” intelektual warganya. GP Ansor merupakan wadah kader-kader NU dengan basis massa terbesar di Indonesia. Beban berat tersandang di pundak Ansor. Sebab besarnya massa yang dimiliki menuntut Ansor harus mampu mencerdaskan serta mencetak kader-kader yang siap pakai dan juga mampu mengantarkan warganya sebagai generasi penerus agama dan negara yang tetap memegang teguh kaidah nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
            Kader merupakan roh organisasi. Oleh karena itu pengkaderan di tubuh GP Ansor harus diformulasikan secara sistemik dan terencana dengan baik, sehingga menjadi ujung tombak keberlangsungan dan kesinambungan dinamika organisasi. Tersistematis artinya, pola pengkaderan di tubuh GP ansor mengandung esensi dalam rangka memformulasikan tahapan jenjang kader yang dibangun diatas kerangka pijakan yang jelas dalam bingkai ideologi dan paradigma gerakan, serta menyangkut muatan yang harus dipunyai  oleh kader. Terencana artinya, pengkaderan di dalam Gerakan Pemuda Ansor diproyeksikan bagi terlaksananya pola kaderisasi yang tersusun secara regular, berjenjang dan sesuai dengan vivi misi organisasi. Tidak tuntasnya pengkaderan akan berimplikasi pada menurunnya kritisme pemikiran serta kualitas kader yang kurang mumpuni, sehingga kurang bisa "diandalkan".                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
          Kalau toh kemudian ada beberapa kader Ansor yang kritis, piawai dalam gerakan dan pemberdayaan serta “melek” wacana (intelektual), itu lebih dikarenakan kuatnya kemauan dan kerja keras individu itu sendiri, bukan imbas nyata dari proses pengkaderan yang terencana dan tersistemik dari Ansor. Bahkan kalau ingin mengasah dan menambah kemampuan intelektual serta menemukan tempat yang kondusif bagi pergulatan dengan segala discourse keilmuan, keIslaman ataupun social humaniora, harus mencarinya di tempat lain diluar Ansor. Bahkan mungkin mereka lebih banyak bergabung dengan kelompok kajian, yang justru disana mereka tidak akan pernah menemukan kajian tentang NU dan Aswaja, sebab kelompok-kelompok tersebut diluar tradisi keNU-an.
Fenomena diatas sungguh ironis, sebab Ansor tidak lagi diyakini mampu mewadahi sejuta idealisme generasi muda NU, baik dalam ranah pemikiran, gerakan maupun pemberdayaan. Justru kelompok kajian dan organisasi semi legal lainnya yang tidak memiliki keterkaitan struktural apapun dengan NU yang mampu memberikan apa yang mereka butuhkan. Fenomena ini akan sangat membahayakan eksistensi NU kedepannya.
            Beberapa kalangan menilai, bahwa pengkaderan didalam GP Ansor sudah cukup baik, namun terfokus pada bidang keBanser-an, yang out putnya memang tidak bisa diremehkan dan bisa diterima serta disegani oleh semua kalangan termasuk kalangan non muslim. Hal itu dibuktikan ketika ada konferensi Biksu se-Asia Tenggara yang bertempat di Wihara Tegalasri Kabupaten Blitar, disana yang menjadi pasukan pengamanan di dalam Wihara sepenuhnya dipercayakan kepada Banser. Dari segi kualitas dan kuantitas Banser sudah mumpuni. Seandainya kita hitung jumlah (segi kuantitas) Banser yang ada di Jawa Timur saja mungkin jumlahnya sepuluh kali lipat jumlah  pasukan Kodam V Brawijaya serta siap digunakan (segi kuantitas) dalam situasi dan kondisi apapun, karena memang Banser telah tuntas dikader dalam bidangnya.
            Namun disisi yang lain tentunya dalam hal “pendigdayaan” intelektual dirasakan masih sangat kurang. Sehingga khalayak mempunyai anggapan bahwa Ansor itu organisasi yang kader-kadernya “jadug-jadug” tetapi lemah dalam hal pemikiran. Bukan penilaian yang mengada-ada namun hal itu harus diterima dengan hati yang “legowo” . Sudah saatnya kita sebagai warga organisasi merekontruksi pola pengkaderan di tubuh Ansor. Inovasi sistem pengkaderan harus digulirkan, untuk merespon tuntutan jaman yang kian beragam serta untuk menjaring generasi yang kini kian menjauhi kegiatan yang berbau keagamaan.
            Meski begitu kita patut bangga dan semua harus mengakui bahwa kader-kader Ansor mampu menembus level nasional serta mampu mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Kader-kader Ansor tersebar diberbagai sektor kehidupan kemasyarakatan serta beberapa sebagaian diantaranya dipercaya menduduki “profesi” bergengsi. Ada yang menjabat Menteri, Wakil Gubernur, Anggota Dewan atau paling tidak mereka menjadi tokoh kunci didaerahnya masing-masing. Realitas ini tentunya cukup menggembirakan. Namun hal itu masih belum bisa dijadikan satu-satunya parameter bahwa pengkaderan ditubuh Ansor telah berhasil dan sesuai dengan sistem pengkaderan yang ada.