Jumat, 15 Februari 2013

LOKALISASI SUKO AKAN DITUTUP


KEPANJEN–Kebijakan Pemprov Jatim yang akan menutup lokalisasi di Jatim secara bertahap sampai tahun 2014 mendatang rupanya serius, kebijakan itu akhirnya sampai juga di Kabupaten Malang. Lokalisasi Suko di Kecamatan Sumberpucung menjadi target yang akan segera ditutup. Pemkab Malang mulai melakukan pendekatan kepada penghuni Suko secara informal.

Pendekatan dilakukan pihak Kecamatan Sumberpucung kepada para penghuni lokalisasi Suko. Meski belum dilakukan sosialisasi secara terbuka, para penghuni Suko sedikit banyak sudah mengetahui kebijakan Pemprov Jatim yang akan menutup lokalisasi secara bertahap.

Dari jajaran kepolisian dan TNI turut mendampingi SATPOL PP dan LINMAS dalam penutupan secara resmi nanti pada bulan Maret mendatang. Dijadwalkan pada bulan itu lokalisasi Suko Sumberpucung sudah ditutup total.

Secara informal mereka welcome dengan kebijakan itu. Jika akan ditutup mereka meminta agar ada perhatian dari Pemkab Malang terhadap para penghuni lokalisasi.

Di lokalisasi Suko ada sekitar 164 wanita pekerja seks (WPS) yang terdaftar. Tapi yang masih ada dilapangan sekitar 130-an WPS. Ada 36 wisma dan 36 mucikari yang ada di dalam lokalisasi tersebut.
Untuk proses penutupan Suko secara bertahap, dalam Musrenbang Kecamatan Sumberpucung sudah diajukan program untuk penagangan penghuni lokalisasi yang dianggarkan pada tahun 2013 mendatang. Bagaimana bantuan yang akan diberikan kepada para penghuni akan dibahas di tingkat Musrenbang tingkat Kabupaten Malang.

Dari pendekatan kami secara informal, khususnya kepada WPS yang usianya di atas 30 tahunan, mereka berharap ada bantuan yang dapat digunakan bagi mereka untuk membuka usaha pracanangan di kampungnya. Agar mereka tidak lagi kembali menekuni profesi WPS.
Selain bantuan modal, bantuan pelatihan juga akan menjadi alternatif seperti pelatihan salon kecantikan. Kemampuan untuk salon kecantikan mungkin bisa menjadi profesi yang dapat ditekuni di kemudian hari.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar